Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home Daerah

Janji Tak Kunjung Direalisasi, Pemda Busel Kibuli Warga Laompo?

redaksi by redaksi
February 22, 2019
in Daerah
0
Smiley face

TenggaraNews.com, KENDARI – Lahan warga Kelurahan Laompo, Kecamatan Bataogga, Kabupaten Buton Selatan (Busel) seluas 3,7 kilo meter diduga diambil oleh Pemda Busel tanpa melakukan ganti rugi.

Tiga tahun lebih sudah lahan milik warga tersebut digunakan pihak Pemda untuk kawasan perkantoran. Namun, hingga saat ini masyarakat justru tak mendapatkan apa-apa, janji untuk menjadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi anak-anak pemilik lokasi juga tak kunjung direalisasi. Sehingga Pemda Busel dinilai mengibuli atau membohongi warga.

Salah satu warga Kelurahan Laompo, Muhamad Amirudin mengungkapkan, selain tak menepati janji ke pemilik lahan, pemerintah juga selalu menakut-nakuti masyakarat, dengan modus lokasi pembangunan perkantoran sudahtm turun status menjadi APL.

“Jadi, satu kilometer yang terakhir digusur itu mereka klaim itu adalah APL. Pemerintah ini diindikasi melakukan pembodohan kepada masyakarat, karena tanah yang berada diatasnya, sebelumnya adalah perkebunan masyarakat ini sudah disertifikatkan sejak 2017 kemarin,” beber Muhamad Amirudin kepada awak media, Kamis 21 Februari 2019.

Muhamad Amirudin.

“Malah mereka mengatakan, tanah yang berstatus APL itu tidak akan di ganti rugi, karena itu tanah pemerintah,” tambahnya.

You Might Also Like

Perjuangan Pemda Membangun Akses Jalan Dete – Wisata Huntete Pulau Tomia

Kapal Penumpang KM. Napoleon Turunkan Penumpang di Pelabuhan Ilegal

Konflik Agraria di Landono, Tanah Bersertifikat Tahun 1982 Disuruh Bayar Sampai 17,5 Juta

Heboh Smelter di Routa, Kades Lalomerui : Warga Justru Rasakan Dampak Nyata Investasi Saat Ini

Akibatnya, kata dia, pada Tahun 2017 lalu, masyarakat kembali melakukan hearing tekait tanah yang seluas 15 meter, yang berada di bagian bawah.

“Dalam hearing, Plt. Bupati hari ini. dia sampaikan akan menggati tanah masyarakat yang dipakai oleh Pemda. Namun sangat disayangkan, sampai hari ini penggantian tanah tersebut belum juga direalisasikan sehingga terjadi kegaduhan,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan kronologi penguasaan lahan warga oleh Pemda yang berawal saat akan dilakukan pemekaran, dari Buton induk terbagi menjadi Buton Selatan. Saat itu, Kabupaten Buton masih dipimpin oleh Umar Samiun.

Guna memeriksa lokasi yang akan dibangun perkantoran, Umar Samiun lalu meninjau lokasi atas arahan camat dan pejabat, bahwa lokasi perkantoran akan dibangun, yang jaraknya empat kilo meter dari pemukiman warga dan kelurahan

Smiley face

“Setelah itu, ditunjuk di tempat yang saat ini dijadikan kawasan perkantoran. Awalnya, bukan tiga puluh meter jalannya, tapi hanya menggusur sebatas masuknya kendaraan saja. Dan sebelum ada penggusuran, beberapa janji pejabat daerah Buton dilontarkan saat itu, bahwa yang terkaper lokasinya untuk lahan perkantoran, maka anaknya akan di PNS-kan, sehingga masyakarat beramai-amai untuk memberikan tanahnya. Siapa sih yang tidak mau kalau seperti itu,” jelasnya.

Setelah itu, sekitar akhir 2015 lalu dilakukan penggusuran tahap pertama sepanjangan 1 KM. Dimana, saat itu sudah terbentuk Busel. Selanjutnya, pada 2016 digusur lagi untuk satu kilometer berikutnya.

“Sejak 2015 sampai 2016 Pemda sudah melakukan pengusuran sepanjang dua kilometer, dan tahun 2017 digusur lagi dengan panjang 1 kilo 700 meter, sehingga total luasan tanah warga yang sudah dipakai sudah mencapai 3,7 KM,” terangnya.

Atas perjanjian masyakarat, dibentuklah sebuah dokumen yang dalam dokumentasinya nampak seperti laporan. Surat pernyataan yang dibuat oleh masyarakat tanpa kop, tanpa stempel dan pemerintah daerah juga mengklaim bahwa dokumen itu adalah dokumen hibah, yang diklaim pemerintah murni hibah dari masyakarat.

“Di dalam lembaran pertama dan terakhir itulah diindikasi ada pemalsuan tanda tangan, karena dalam surat yang dibuat oleh masyakarat itu hanya diberi kertas kosong dan masyakarat disuruh tanda tangan dan dikumpul. Mreka tidak tahu apa isi perjanjian mereka. Hanya secara lisan bahwa anaknya akan di PNS kan,” ujarnya.

Selanjutnya, hingga di tahun 2018 lalu, pihak Pemda tak kunjung merealisasikan atas apa yang menjadi komitmen sebelumnya,

“Mereka sudah ambil tanah kami, namun sampai saat ini komitmen yang sudah disepakati tidak pernah ada realisasi ganti rugi atau janji untuk menjadiakan anak masyakarat yang sudah memberikan tanahnya sebagai PNS, sepertinya hanya pembohongan,” tambahnya.

Bahkan, sebelum lahan warga dikuasai, rupanya Pemda juga tidak pernah melakukan Sosialisasi. Hanya segelintir orang yang dekat dengan pejabat, yang didatangi di setiap rumah terus di kumpulkan ke rumah warga dan kembali lagi ditekankan. Dengan jurus yang sama, Pemda kembali memberikan Iming – iming kepada masyarakat.

” Dari pertemuan itu, pejabat lalu membuat daftar absen itu untuk di jadikan sebagai dokumen pernyataan masyarakat, bawah masyakarat siap untuk melepas tanahnya,” pungkasnya.

 

 

 

(Rus/red)

Post Views: 336
Tags: #amirudin#Busel#kibuliwarga#Lahan
Previous Post

Pekerja Kembali Alami Kecelakaan, Bagaimana Standar Keselamatan Kerja VDNI?

Next Post

Deklarasi Dukungan Jokowi-Maaruf, Penjual Bakso dan Somay Panen Rezeki

redaksi

redaksi

Related News

Perjuangan Pemda Membangun Akses Jalan Dete – Wisata Huntete Pulau Tomia

Perjuangan Pemda Membangun Akses Jalan Dete – Wisata Huntete Pulau Tomia

by redaksi
May 6, 2026
0

TenggaraNews. com, WAKATOBI - Proses pembangunan akses Jalan Desa Dete menuju Wisata Huntete di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi telah melalui...

Kapal Penumpang KM. Napoleon Turunkan Penumpang di Pelabuhan Ilegal

Kapal Penumpang KM. Napoleon Turunkan Penumpang di Pelabuhan Ilegal

by redaksi
April 13, 2026
0

TenggaraNews. com, WAKATOBI - Kapal penumpang KM. Napoleon dengan trayek Kendari - Wd. Buri - Wanci dan sebaliknya, dinilai melakukan...

Konflik Agraria di Landono, Tanah Bersertifikat Tahun 1982 Disuruh Bayar Sampai 17,5 Juta

Konflik Agraria di Landono, Tanah Bersertifikat Tahun 1982 Disuruh Bayar Sampai 17,5 Juta

by redaksi
April 11, 2026
0

TenggaraNews. com, KONAWE SELATAN– Konflik agraria di Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki babak baru...

Heboh Smelter di Routa, Kades Lalomerui : Warga Justru Rasakan Dampak Nyata Investasi Saat Ini

Heboh Smelter di Routa, Kades Lalomerui : Warga Justru Rasakan Dampak Nyata Investasi Saat Ini

by redaksi
April 11, 2026
0

TenggaraNews. com, KONAWE - Program perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 45 kilometer di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi...

Next Post
Deklarasi Dukungan Jokowi-Maaruf, Penjual Bakso dan Somay Panen Rezeki

Deklarasi Dukungan Jokowi-Maaruf, Penjual Bakso dan Somay Panen Rezeki

Sapa Masyarakat Sultra Melalui Video, Jokowi: Teembe Kabara Miu?

Sapa Masyarakat Sultra Melalui Video, Jokowi: Teembe Kabara Miu?

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Dari Daratan ke Kepulauan, Sulawesi Tenggara Siap Miliki 15 Satuan Pendidikan Widyalaya
  • Tiga Tersangka Warga Routa Ditahan Terkait Dugaan Pengrusakan Saat Demo Smelter
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara