TenggaraNews.com, MAKASSAR – Kementerian Pendidikan Tinggi Malasya studi banding ke Universitas Hasanuddin (Unhas) Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Rombongan perwakilan pemerintah Malasya yang dipimlin oleh Datuk Prof. Dr. Sofyan Bujang kunjungi perguruan tinggi ternama di Kota Daeng itu, Kamis 2 November 2017.
Kunjungan tersebut diterima oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Kerja sama, Prof. dr Budu, Ph.D, yang didampingi oleh Kepala UPT Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unhas, Dr. Hasrullah, M.Si., di ruang Bidang Inovasi dan Kerja Sama Lantai 6 Gedung Rektorat Unhas.
Kunjungan tamu dari negeri jiran ini dilakukan dalam rangka mempelajari model dan pelaksanaan program KKN, yang diselenggarakan Unhas selama ini.
Dalam sambutannya, Datuk Sofyan mengatakan, sebelum bertandang ke Unhas, rombongannya telah berkunjung ke Universitas Andalas dan Universitas Gadjah Mada, untuk mempelajari konsep program KKN Mahasiswa di perguruan tinggi di Indonesia
“Tujuan kami datang ke sini untuk belajar, bagaimana program KKN itu. Kami sudah dari Andalas dan Gadjah Mada, ” kata Sofyan.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pihaknya memilih ketiga universitas tersebut untuk mempelajari konsep KKN, karena telah lama menjalankan program sosial tersebut. Ketiga universitas itu juga mewakili perguruan tinggi yang ada di wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
“Ketiga universitas ini yang memulakan (memulai) kegiatan ini, sudah kurang lebih 40 tahun. Azasnya (konsep) mungkin sama, tapi pelaksanaannya berbeza (berbeda), ” ucap Sofyan dengan bahasa khas melayu.
Dalam kesempatan itu, Profesor Budu merasa bahagia menerima kunjungan tamu dari Malaysia tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa Unhas bisa menjadi contoh yang terbaik dalam kegiatan KKN. Dokter Budu berharap, rombongan Malaysia ini bisa belajar banyak dari Unhas tentang program KKN.
“Apalagi Unhas sudah punya program KKN Internasional di Jepang dan Malaysia, ” ucap Budu.
Untuk memberikan penjelasan bagaimana Program KKN , Kepala UPT KKN Unhas, Hasrullah bersama tim yang langsung memaparkan secara detail program pengabdian masyarakat tersebut.
Hasrullah mengungkapkan, KKN Unhas merupakan yang terbaik di Indonesia, sebab perguruan tinggi yang pertama dan konsisten menjalankan KKN ke luar negeri adalah Unhas.
“Sejak 2012 lalu, KKN nternasional kami sudah jalankan di Jepang, Malaysia dan bahkan ada program KKN ke Afrika Selatan. Kami juga membuat KKN ASEAN, ” jelas Haarullah dengan penuh kebanggaan di hadapan perwakilan Malaysia.
“Tantangan terberat dalam KKN itu keselamatan. Keselamatan mahasiswa yang ikut KKN itu adalah diatas segalanya. Jumlah mahasiswa yang berangkat ke lokasi KKN dan pulang dari lokasi harus dipastikan sama, karena menyangkut nyawa mahasiswa. Ini yang kita tekankan,” tambah Dosen Ilmu Komunikasi tersebut.
Pertemuan dan diskusi antara Unhas dengan delegasi dari Malaysia ini berlangsung hingga pukul 17.30 WITA.
Laporan: Nasri Aboe
Editor: Ikas Cunge









