TenggaraNews.com, WAKATOBI – Nelayan atas nama Muzakir (24) asal Desa Longa, Dusun One Longe, Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di kabarkan hilang di bagang tempat kerjanya.
Berdasarkan informasi dari keluarga, Muzakir sehari-harinya bekerja sebagai penjaga bagang di perairan Wanci yang kerap dibawakan bekal makanan setiap hari oleh orang tuanya.
Tak hanya itu, Muzakir juga sering melakukan pembicaraan telepon dengan keluarganya yang berada dirumah sebelum dan sesudah diantarkan bekal di bagang tersebut.
Namun, pada tanggal 14 Oktober 2025 sore hari, orang tua Muzakir yang menghubunginya melalui panggilan telephon untuk di bawakan bekal tidak lagi tersambung.
Ketika itu, ia langsung didatangi di bagang, namun setibanya di bagang orang tua Muzakir merasa panik. Sebab, Muzakir yang dulu selalu menyambutnya di bagang kini tidak lagi terlihat, nampak bagang yang di jaga korban terlihat miring.
” Pada saat orang tuanya tiba di bagang, anak itu tidak lagi terlihat namun yang nampak itu bagangnya sudah miring, ” ujar keluarga korban, Guru Baco pada Kamis 16 Oktober 2025.
Tak mendapati anaknya di bagang, orang tuan korban langsung melakukan pencarian di sekitar bagang sembar berteriak memanggil nama anaknya sampai waktu subuh tiba.
Tak menemukan anaknya, orang tua korban bergegas melaporkan ke warga, hingga warga setempat menggunakan bodi melakukan pencarian.
Mereka berpencar sambil ada juga warga melaporkan kejadian tersebut ke Tim SAR oleh keluarga korban.
Setelah di periksa dini hari pada tanggal 15 Oktober 2025 oleh nelayan yang melakukan pencarian, selain kondisi bagang miring, terdapat bagian bangang yang rusak dan ada bekas cet kapal warna merah yang menempel pada bagang, disinyalir bekas tabrakan kapal yang melintas.
Namun hal tersebut belum bisa dipastikan, sebab kejadian pastinya belum diketahui, hanya saja tanda-tanda bekas tabrakan terlihat nampak pada bagang yang dijaga korban.
Selain itu, nelayan yang melakukan pencarian, menemukan gabus ikan di bagian perairan laut Kolensusu Ereke Buton Utara yang kerap digunakan korban untuk beraktivitas di bagang.
Hingga saat ini Kamis 16 Oktober 2025, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh Tim SAR dan para nelayan setempat. Keluarga korban berharap Muzakir dalam kondisi selamat.
Sementara itu Tim SAR juga terus berupaya untuk melakukan pencarian dengan menurunkan dua tim yaitu Tim 1 dengan menggunakan RIB menyisir seluas 99,7 NM dan Tim 2 dengan menggunakan 9 longboat menyisir seluas 73,2 NM bersama Staf Ops KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Wakatobi dan Pos AL Wakatobi.
Alat yang digunakan Rescue truck, RIB, Longboat, Palsar Medis, Palsar Evakuasi, Peralatan komunikasi, Peralatan Pendukung keselamatan lainnya.
Cuaca cerah, Kecepatan angin 17 km/jam dari arah timur Tinggi gelombang 0,25 – 0,75 meter.
Laporan : Syaiful
Editor : Tam









