TenggaraNews.com, KENDARI – Kota Kendari mendapatkan bantuan paket sarana prasarana budidaya program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dianggarkan melalui Anggaran Belanja Tambahan tahun anggaran 2020.
Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kendari, Imran Ismail, S.Pt,M.Si dihadapan Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir dan Ketua DPRD Kota Kendari Subhan, jenis bantuan yang diberikan ini bersifat swakelola. Dimana dana ditransfer langsung ke masing-masing rekening kelompok.
“Kemudian direalisasikan kelompok berdasarkan rencana anggaran biaya yang telah diusulkan sebelumnya, melalui proposal yang difasilitasi tim teknis Dinas Perikanan,” kata Imran Ismail dalam acara Penyerahan Paket Bantuan Sarana Prasarana Budidaya Perikanan serta Penyerahan Kartu Kusuka dan Klaim Asuransi tahun anggaran 2020 yang berlangsung di lapangan Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Selasa 2 Februari 2021.
Secara rinci Imran menjelaskan, jumlah kelompok pembudidaya penerima bantuan sebanyak 14 kelompok. Setiap kelompok berjumlah 10 oramg anggota.
Rinciannya kelompok penerima sarana prasarana budidaya ikan hias sebanyak 4 kelompok, dengan jumlah dana masing-masing sebesar Rp 60 juta. Kemudian kelompok sarana prasarana budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) sebanyak 5 kelompok dengan jumlah dana masing-masing Rp 30 juta.

Ketua Kelompok Cyprus Anawai, Rusmin bersama Walikota Kendari SulkarnainTerakhir kelompok penerima sarana prasarana budidaya cacing sutera sebanyak 5 kelompok, dengan jumlah dana masing-masing sebesar Rp 40 juta.
“Pemberian paket bantuan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19 yang masih melanda negara kita dan dunia sampai saat ini. Tujuan lainnya adalah untuk peningkatan produksi ikan budidaya nasional,” jelas Imran Ismail.
Selain itu, kata Imran, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah menerbitkan Kartu Pelaku Usaha Bidang Kelautan dan Perikanan (Kusuka). Dimana proses penyaluran kartu ini bekerjasama dengan BNI yang didampingi Penyuluh Perikanan yang ada disetiap kecamatan.
Manfaat kartu Kusuka adalah memudahkan pelaku usaha kelautan dan perikanan dalam mengakses transaksi online, memudahkan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan memudahkan dalam pengajuan asuransi nelayan.
Diungkapkan, sejak program Kusuka dilaunching tahun 2017 sampai 2020, jumlah nelayan di Kota Kendari yang sudah memiliki Kusuka berjumlah 3.836 orang.
Khusus tahun 2021 ini, yang sudah terbit kartu dan rekeningnya sebanyak 187 orang, sehingga totalnya sudah mencapai 4.023 orang dari jumlah nelayan 6.989 orang di Kota Kendari. “Sudah dikisaran 60 persen yang sudah memiliki kartu Kusuka,” bebernya.
Sementara realiasi klaim asuransi nelayan tahun 2020, berupa asuransi jaminan kematian sebanyak 11 orang dengan nilai klaim Rp 498 juta.
Sementara itu, Lurah Anawai Arman kepada awak media menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah Kota Kendari, dimana Kelurahan Anawai sebagai tuan rumah kegiatan Penyerahan Paket Bantuan Sarana Prasarana Budidaya Perikanan serta Penyerahan Kartu Kusuka dan Klaim Asuransi tahun anggaran 2020.
Kepada kelompok penerima bantuan, khususnya warga Kelurahan Anawai agar benar-benar memanfaatkan bantuan Dinas Perikanan dan Kelautan sebaik-baiknya, demi membantu ekonomi keluarga.
Senada dengan hal itu, Ketua Kelompok Cyprus Anawai Rusmin mengatakan, bantuan yang diberikan pemerintah ini sangat bermanfaat. Terutama dimasa pandemi Covid-19, di mana aktivitas warga terbatas. Namun dengan adanya bantuan budidaya ikan lele dengan menggunakan wadah ember, semoga dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi keluarga sekitarnya.
Laporan : Rustam









