TNC, KENDARI – Penerimaan siswa dan siswi di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berbasis Online, rupanya menuai protes dari orang tua siswa, yang mendaftarkan anaknya di salah satu sekolah favorit di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Yuli Pagala, salah satu orang tua siswa menjelaskan, bahwa anaknya yang bernama Refki Ahmad Wibowo telah memenuhi standar nilai, yang sesuai dengan syarat masuk di SMP Negeri 1 Kendari. Bahkan, bila ditinjau dari sisi rayon, asal sekolah dasar anaknya tersebut masuk dalam wilayah SMPN 1 Kendari.

Namun, anaknya justru tidak terkafer di satuan pendidikan unggulan tersebut. Setelah dilakukan penelusuran, banyak siswa dan siswi yang diterima berasal di luar rayon, dan secara perbandingan nilai hasil ujian di SD, mereka memiliki nilai di bawah dari anaknya tersebut.
” Saya heran, anakku urutan 107 dan nilainya 265 kenapa sampai tidak lulus, sementara jatah masuk di SMP Negeri 1 Kendari itu kuotanya sampai dengan 196, ” kesalnya saat di temui TenggaraNews.com, Selasa (25/7/2017).
Selain itu, Kata dia, Saat pengumuman kelulusan, anaknya sama sekali tidak mendapatkan tempat di sekolah tersebut padahal rayonnya memenuhi kriteria.
” Justru, urutan di bawahnya anakku yang lulus, baru nilai dengan rayonnya juga jauh lebih tidak memenuhi syarat, masa rayon tujuh lulus, sementara anakku rayon 5 tidak lulus, ” tegas Yuli.
Seharusnya, lanjut dia, hal ini jadi perhatian pemerintah, bahwa penerimaan siswa di tingkat SMP masih dipenuhi dengan kecurangan.
“Saya kira jelas, tolong pemerintah lebih memperhatikan kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, kenapa hal ini bisa terjadi. Berarti sekarang yang berprestasi sudah tidak bisa masuk di sekolah favorit, karena sudah pake jatah semua, sekali lagi tolong pemerintah hal ini di perhatiakan, ” tutupnya.
Laporan: Vhino
Editor: Ichas Cunge








