TenggaraNews.com, KENDARI – Banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara (Konut), Konawe, Kolaka Timur (Koltim),Konawe Selatan (Konsel) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah mengundang rasa simpati untuk membantu meringankan beban warga yang menjadi korban.
Kondisi korban banjir saat ini, mereka kesulitan mendapatkan bahan makanan, air bersih, pakaian, susu untuk bayi dan kebutuhan khusus perempuan. Persediaan pangan dan lain-lainnya tenggelam, bahkan hanyut terbawa banjir bersama bangunan rumah.
Melihat kondisi banjir makin meluas, khususnya Kabupaten Konut, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Kendari, terpanggil meringankan beban korban. Dengan menggelar Malam RRI Peduli Banjir di Bumi Anoa bertemakan Kalian Tidak Sendiri, sejumlah bantuan berhasil dikumpulkan.
“RRI Kendari merasa terpanggil membantu warga yang terdampak banjir. Kita semua harus tolong menolong, saling meringankan beban akibat bencana banjir yang melanda saudara-saudara kita, ” kata Said Abdillah, Kepala Stasiun LPP RRI Kendari, Sabtu malam (15/6/2019).
RRI peduli banjir disiarkan langsung mulai pukul 20.30 sampai 23.00 Wita.
Kegiatan amal ini berlangsung di aula RRI dengan menghadirkan narasumber Abdurrahman Shaleh, Ketua DPRD Provinsi Sultra yang juga menjabat ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sultra.
Dengan mengusung tema Kalian Tidak Sendiri, menurut Abdurrahman, banjir yang melanda beberapa wilayah kabupaten di Sultra, harus dijadikan pembelajaran yang sangat penting bagi semua pihak. Peristiwa banjir kali ini tentu ada faktor penyebabnya, sehingga ini perlu dievaluasi secara bersama-sama.
“Saya turut prihatin melihat kejadian banjir. Di balik rasa prihatin ini, banjir yang terjadi saat ini, sekaligus menjadi ujian buat kita semua dalan hal kebersamaan dan kesetiakawanan. Apakah kita punya rasa peduli dengan saudara-saudara kita, ” ujar Abdurrahman.

Rujuwati Harun dan Said Abdillah
RRI peduli banjir terselenggara didukung Polda Sultra, PMI Sultra, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sultra dan organisasi relawan lainnya.
“Kegiatan sosial yang digalang RRI Kendari, perlu diapresiasi. Ini bentuk rasa empati kita terhadap warga yang telah menjadi korban banjir. Dimana sebagian diantaranya kehilangan tempat tinggal. Kesulitan mendapatkan makanan. Pengurus IPEMI merasa terpanggil untuk membantu mereka, ” kata Rujuwati Harun, Ketua PW IPEMI Sultra, saat menghadiri acara RRI peduli banjir.
Laporan : Rustam









