TenggaraNews. com, WAKATOBI – Proses pembangunan akses Jalan Desa Dete menuju Wisata Huntete di Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi telah melalui proses dan perjuangan panjang pemerintah daerah (Pemda).
Perlu diketahui Ruas jalan tersebut telah ada sejak tahun 2012 yang termuat dalam Rencana Strategis Daerah pada RTRW, kemudian ditindaklanjuti oleh SK bupati nomor 287 tahun 2015 tentang SK ruas Jalan di Kabupaten Wakatobi sampai dengan tahun 2024, yang tentunya semua proses dan tahapan sudah melalui konsultasi terbuka.
Pada Musrembang tahun 2022 juga diusulkan oleh Pemerintah kecamatan Tomia Timur untuk adanya ruas jalan Dete – Wisata Huntete itu, yang memang sudah ada sejak tahun 2012 Pada Perda RTRW.
” Ruas jalan inikan sudah ada dari dulu, kemudian dari masyarakatnya juga ada usulan Musrenbang tingkat kecamatan ditahun 2022, ” ungkap Kadis PUPR Aswiadi pada Rabu 6 Mei 2026.
Kemudian, pada tahun 2024 dilakukanlah pekerjaan awal sepanjang 1,6 Km dari total panjang ruas jalan 4,428 Km sesuai SK Bupati.
untuk melanjutkan akses jalan tersebut, pemerintah daerah mengusulkan ke pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2025 untuk menyelesaikan akses jalan tersebut.
Ditahun 2026 usulan pemerintah daerah itu akhirnya diakomodir oleh pemerintah pusat untuk segera lanjutkan dan dituntaskan akses jalan Dete – Wisata Huntete.
Kendati disetujuinya usulan tersebut, pemerintah Daerah wajib menyelesaikan pekerjaan yang diusulkan itu, disisi lain penuntasan pekerjaan jalan Dete – Wisata Huntete merupakan peluang besar untuk diterimanya usulan kegiatan lainnya.
Kadis PU Aswiadi juga menerangkan, pekerjaan jalan Dete – Wisata Huntete itu merupakan penunjang aksesibilitas destinasi Pariwisata Prioritas Tadu Sangia di Desa Dete, Kecamatan Tomia Timur yang merupakan lokasi prioritas pengembangan pariwisata.
” Nah itu ingin menyambungkan akses antara lokasi prioritas menuju kepusat-pusat pergerakan dalam hal ini pelabuhan dan bandara, berikutnya ingin menyambungkan akses destinasi wisata Prioritas dengan desnitasi wisata lainya dalam hal ini adalah destinasi Tadu Sangia di Dete dengan destinasi wisata Huntete, ” terang Aswiadi.
Oleh sebab itu pemerintah daerah berharap, masyarakat dapat memahami siklus dan proses pembangunan untuk kepentingan umum, sebab tujuan pemerintah daerah untuk keberlangsungan jangka panjang.
Apalagi dari beberapa masukan masyarakat yang dianggap sebagai komplain telah disiapkan alternatif oleh pemerintah daerah.
Laporan : Ful
Editor : Tam







