TenggaraNews.com, KENDARI – Harga tiket pesawat naik, tak perlu risau berkepanjangan. Presiden RI, Joko Widodo akan mengajak maskapai penerbangan luar negeri masuk ke Indonesia. Dengan harapan, harga tiket pesawat lebih kompetitif di dalam negeri.
Praktek duopoli penerbangan di Indonesia sangat mempengaruhi harga tiket. Adalah perusahaan BUMN Garuda Indonesia dan Lion Air Grup yang menguasai layanan moda transportasi udara di Indonesia.
Maskapai Garuda Indonesia mempunyai layanan penerbangan dengan pesawat Garuda Indonesia, pesawat Citylink Indonesia dan pesawat Sriwijaya Air. Sedangkan maskapai Lion Air memiliki perusahaan penerbangan Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, Thai Lion, Lion Bizjet.
Kedua perusahaan ini diduga “bermain mata” sehingga harga tiket pesawat mengalami kenaikan sejak pertengan tahun 2018, dan puncaknya menjelang lebaran Idul Fitri 2019, harga tiket melambung tinggi.

Hugua dan Puan Maharani dalam suatu pertemuan
“Saya mendukung rencana presiden mengajak perusahaan penerbangan luar negeri masuk ke Indonesia. Supaya harga tiket bisa bersaing. Kalau banyak perusahaan penerbangan melayani rute dalam negeri, saya yakin harga tiket akan lebih murah,” kata Hugua, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra, Senin (1/7/2019).
Mantan bupati Wakatobi ini menduga ada “permainan” yang dilakukan dua maskapai penerbangan Indonesia. “Memang pemerintah sudah menentukan batas bawah dan batas atas harga tiket. Tapi kalau duopoli penerbangan di Indonesia, bisa saja yang dilihat batas atas harga tiket, sehingga harga tiket terasa mahal sekali,” jelas Hugua yang saat ini menjabat ketua DPD PDIP Sultra.
Dengan harga tiket yang terbilang mahal, maka banyak orang di dalam negeri menunda perjalanannya. Kalaupun tetap melanjutkan perjalanan untuk kepentingan bisnis, bisa jadi banyak orang memilih moda transportasi laut dan darat.
Dalam kondisi naiknya harga tiket pesawat, secara otomatis mempengaruhi perputaran bisnis dalam negeri. Mulai jasa perhotelan, restoran dan sektor jasa lain mengalami penurunan omzet penjualan.
Laporan : Rustam









