TenggaraNews.com, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menggelar halal bihalal dan seminar sehari dengan tema “Islam Rahmatan lil ’Alamin sebagai Modal Utama Membangun Bangsa”. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan milad DMI yang ke-47.
Acara ini dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat DMI, H.M Jusuf Kalla dan menghadirkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin yang juga Cawapres terpilih 2019 sebagai keynote speaker.
Sebagai narasumber seminar adalah tokoh-tokoh muslim nasional seperti Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, ahli tafsir Indonesia, KH. Quraish Shihab. Dalam kesempatan tersebut diluncurkan pula Program Pendidikan Khatib dan Da’i Nasional Bersertifikat, guna memaksimalkan peran dan fungsi khotib dan pendakwah yang berkualitas.
Ketua Panitia, KH. Abdul Manan A. Ghani mengungjapkan, seminar tersebut berlangsung dengan mencermati dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Dimana masyarakat masih mengalami keterbelahan akibat perbedaan dukungan pada perhelatan Pemilu presiden dan legislatif tahun 2019.
Olehnya itu, perlu dilakukan silaturahim para tokoh agama, ulama, pimpinan Ormas Islam, dan elit politik untuk mempersatukan kembali masyarakat yang terpecah dan meredakan ketegangan politik. Maka, forum silaturahim ini menyepakati dan merekomendasikan beberapa hal.
Dia menyebutkan, adapun hal-hal yang disepakati dalam forum silaturahim tersebut adalah menghilangkan polarisasi politik atas dasar apapun juga, dan menganggap proses pemilihan Presiden dan Wapres 2019 sudah selesai sebagaimana keputusan Mahkamah Konstitusi.
Kemudian, lanjutnya, bersama-sama memerangi berita hoax dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah kehidupan berbangsa dan bernegara. Selanjutnya, mencegah narasai-narasi yang menggunakan lebel keagamaan, yang sesungguhnya hanya untuk kepentingan pribadi atau golongan.
“Kemudian, memberikan pendidikan politik yang mencerahkan dan mendewasakan untuk meningkatkan kualitas politik dan demokrasi di Indonesia. Menyebarluaskan nilai-nilai Islam ahlussunnah wal jamaah yang wasathiyah dan rahmatan lil ‘alamin,” ungkap KH. Abdul Manan A. Ghani.
Selain itu, forum silaturahim ini juga merekomendasikan kepada pemerintah untuk mendukung secara maksimal, seluruh upaya untuk menyebarluaskan pemahaman Islam wasathiyah dan rahmatan lil’alamin. Seluruh lembaga pendidikan dakwah baik formal maupun informal memberikan muatan Islam wasathiyah, dan kebangsaan kepada seluruh kader muballigh/mubalighohnya.
Lebih lanjiu, KH. Abdul Manan A. Ghani juga menambahkan, MUI bersama DMI dan Ormas Islam lainnya menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kader muballigh/muballighoh kaum millenial, dengan penekanan pada kompetensi Islam wasathiyah dan paham kebangsaannya.
“Para muballigh/muballighoh mendapatkan sertifikasi kompetensi dakwah Islam wasathiyah dan kebangsaan. Masjid-masjid atau masyarakat pada umumnya menggunakan penceramah/dai yang sudah memiliki sertifikat MUI,” pungkasnya.
Laporan: Buyung WK
Editor: Ikas









