TenggaraNews.com, MARELAN – Seorang atlet muda berprestasi, Satrio Bayu Pratama (12) sempat menyampaikan keinginannya menjual medali emas miliknya, karena mengira medali yang didapatkan dari hasil perjuangannya saat mengikuti kejuaraan bela diri karate itu, adalah emas yang biasa dijual di toko emas pada umumnya.
Niatan putra dari pasangan Sarwo Juniarto (37) dan Puji Rahayu (35) yang berdomisili di Jalan Swadaya, Gang Sidodadi Likungan 23, Kecamatan Medan Marelan itu, lantaran kekurangan biaya untuk melanjutkan prestasinya di cabang olah raga bela diri.
Miris, pelajar dan atlet yang telah mengharumkan nama daerahnya, justru tidak sekalipun mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat.
Puji Rahayu mengungkapkan, putranya tersebut sempat menyampaikan kepada dirinya dan ayahnya, bahwa Ia ingin menjual medalinya.
“Kita jual saja medali emas itu ke toko emas bu, biar bisa aku ikut tanding lagi,” ucap ibu Bayu, sembari meniru kalimat yang disampaikan bayu kepadanya, Selasa 8 Oktober 2019.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis yang mendengarkan kondisi Bayu, langsung menyambangi kediaman pelajar SMP kelas 7 itu.
Didampingi Polsek Labuhan, AKP. Edy Sapari tiba di kediaman Bayu untuk memberikan motivasi kepada atlet muda ini, agar terus berpestasi dan mengharumkan nama daerah.
“Kita harus beri semangat dan motivasi terhadap Bayu agar dia bisa tetap bersemangat dan tambah berprestasi lagi, dan kita mengimbau ke pemerintah agar bisa memperhatikan masa depan Bayu. Sebab, tanpa latihan gimana bisa berprestasi di tingkat nasional hingga internasional,” kata Kapolres Pelabuhan Belawan.
Selain memberi dorongan semangat dan motivasi, Kapolres Pelabuhan Belawan juga memberi bantuan uang pembinaan, agar Bayu bisa tetap semangat dan bisa meningkatkan prestasinya di kanca nasional dan internasional.
Adapun prestasi yang sudah diperoleh Bayu adalah juara 1 kejuaran karate Gubernur Aceh Cup (2017), juara 1 kejuaraan karate nasional (2016), juara 1 usia dini putra kejuaraan karate antar pelajar se-Kota Medan (2015), juara 3 kejuaraan karate nasional 2018, juara 1 komite usia dini putra Banda Aceh (2016), juara 1 karate komite usia dini putra Sumatra Utara (2016), juara 1 Kajatisu open 1 Sumatera Utara (2018), dan masih banyak lagi prestadi yang didapat dari berbagai kejuaraan.
Laporan: Rj. Samosir









