TenggaraNews.com, MUNA – Ribuan masyarakat Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna sambut kedatangan Bupati Muna Barat (Mubar), LM. Rajiun Tumada. Kehadiran bakal calon (Balon) Bupati Muna ini dalam rangka menghadiri undangan pengukuhkan Masyarakat Pecinta Rajiun (MPR) yang dipusatkan di Desa Ghonsume, Jumat 25 Oktober 2019.
Untuk menyambut kehadiran Rajiun, panitian pengukuhan MPR menyiapkan tenda kurang lebih sepuluh lokal. Selain itu, atraksi silat Ewa Muna juga turut mewarnai kedatangan mantan Kasat Pol PP Provinsi Sultra tersebut.
Pantauan awak TenggaraNews.com, sejumlah tokoh masyarakat, adat, agama dan tokoh perempuan, majelis taklim dan berbagai elemen masyarakat se-Kecamatan Duruka turut hadir dalam kegiatan yang mengangkat tema “Maimo de Saise Damowanu Liwu”.
Ikrar pengukuhan tersebut dibacakan oleh La Fiudin, salah satu tokoh pemuda dari Desa Ghonsume.
La Fiudin mengatakan, Rajiun Tumada merupakan sosok yang paling tepat untuk menahkodai Kabupaten Muna. Keberhasilannya sebagai kepala daerah sudah terbukti, selama Ia memimpin Mubar, masyarakat di daerah tersebut sekarang sudah bisa menikmati pembangunan.
“Berkat rahmat Allah, hari ini Ia (Rajiun, red) hadir di Kecamatan Duruka. Pemimpin inilah yang baik dan mengerti masyarakatnya, pelopor muda pendobrak masyarakat muda,” ungkap La Fiudin dalam sambutannya.
MPR Kecamatan Durukan beranggotakan perwakilan masing masing desa dan kelurahan yang diwakili oleh 5 orang.
Diantaranya perwakilan dari Desa Ghonsumen, Kelurahan Palangga, Kelurahan Wapunto, Desa Lasunapa, Desa Banggai, Ghonebalano dan Desa Lagasa.
Rajiun mengungkapkan, MPR harus bertekad memacu kreatifitas dalam membangun Muna menuju lebih baik. Dia juga mengakui, bahwa moment hari ini sangat dikenang baginya. Sebab, kedekatan emosional dan persaudaraan sangat kental ditunjukan masyarakat yang hadir.
“Karena saya diundang, olehnya itu saya datang di Kecamatan Duruka ini, dan yang mengundang saya adalah yang mengatasnamakan MPR. Muna harus bangkit, kedepannya bersama masyarakat pecinta Rajiun,” kata orang nomor satu di Muna Barat itu.
Melalui kesempatan tersebut, Rajiun juga mengenang kisah masa kecilnya di Desa Ghonsume. Yang paling diingatnya adalah ketika Ia membakar tunuha bersama ayahandanya.
“Desa Ghonsume mengingatkan masa lalu saya kala itu, dahulu desa ini tempat saya berjelaja,” kenangnya.
“Kabupaten Muna dan Muna Barat tidak bisa dipisahkan dari satu kesatuan yakni Fatogherano. Jangan sampai ada perpecahan diantara kita, Mubar adalah bagian dari Kabupaten Muna induk,” tegas Rajiun.
Laporan: Phoyo









