TenggaraNews.com, KENDARI – Anggota Komisi II DPR RI, Ir. Hugua menggelorakan semangat empat pilar kebangsaan kepada kalangan milenial Kota Kendari, Sabtu 30 November 2019 di Waroeng X-Bro. Hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dilaksanakan oleh MPR RI.
Dalam paparannya, Hugua mengatakan, kondisi saat ini telah mengalami perubahan, tanpa disadari pengaruh global telah mempengaruhi keadaan dalam negeri. Seperti yang dialami bangsa Indonesia saat ini.
Untuk itu, Ketua BPD PHRI Sultra ini mengajak para kaum milenial yang menghadiri sosialisasi tersebut, agar benar-benar memahami dan mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Hugua, Negara Kesatian Republik Indonesia (NKRI) saat ini tengah menghadapi berbagai guncangan. Diantaranya radikalisme, intoleransi, hoax, dan akibat dari Pemilu serentak kemarin juga terjadi perpecahan para pendukung yang intinya sebetulnya mengarah kepada disintegritas bangsa.
“Jangan lupa, bahwa setiap usaha negara atau bangsa-bangsa di dunia untuk mempertinggi pertumbuhan ekonomi maka selalu melahirkan kesenjangan. Akibat kesenjangan ini, selalu melahirkan benturan-benturan antar pihak, suku, agama, antar bangsa dan lain sebagainya,” ujar mantan Bupati Wakatobi dua periode ini.

Oleh karenanya, kata Hugua, Indonesia harus perkuat empat konsensus dasar pilar negara ini, yakni Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sebab, sebagaimana dipahami bersama, bahwa negara Indonesia dibentuk dari kesepakatan kerajaan-kerajaan di masa lampau sebelum lahirnya sumpah pemuda.
Jadi, lanjut Hugua, dasar Indonesia itu sebetulnya adalah keberagaman yang terkadang asalnya itu tidak sepakat. lalu membentuk sebuah bangsa Indonesia dengan kesepakatan pemuda dan itu berjalan sampai sekarang.
“Dan sekarang Indonesia tetap eksis karena empat konsensus dasar yang terus dipegang teguh oleh kita semua,” katanya.
Hugua menambahkan, kaum milenial harus didoktrin bahwa masa depan bangsa ada ditangan mereka. Maka dari itu, harus jadi pemimpin yang berdasarkan pada nilai-nilai empat konsesus dasar tersebut.
Dia juga menjelaskan, doktrin empat pilar negara ini jangan hanya pada mahasiswa dan pelajar saja, tapi kalau bisa sampai ke masyarakat bawah. Supaya semua rakyat bisa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
“Mereka (Rakyat) harus percaya bahwa bangsa ini besar ke depan, dan mereka meyakini bangsa ini akan menjadi raksasa pembangunan dan raksasa ekonomi dunia, 10 sampai 20 tahun mendatang. Oleh karena itu, mereka melihat bahwa Indonesia tetap eksis. Indonesia tidak akan pernah berakhir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hugua mengungkapkan, empat konsensus dasar ini menjadi tata nilai yang harus diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat, bukan cuma mahasiswa dan pelajar.
“Sekarang itu tinggal Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). Kedepannya, kita minta program empat pilar ini bisa diberikan ruang sebesar-besarnya ke sekolah-sekolah. UU Sisdiknas harus kembali memprogramkan mata pelajaran empat konsensus dasar ini lebih detai dan lebih panjang waktunya di pendidikan,” ungkapnya.
Kemudian, BPIP juga akan mendorong pemerataan semua level untuk melaksanakan doktrin empat pilar negara ini kepada seluruh PNS secara berjenjang. Sehingga secara penataran empat konsensus dasar ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten, bahkan sampai pada tingkat desa dan seluruh masyarakat.
“Dan ini negara memang punya komitmen ke arah sana. Harus disadari bahwa ini kebutuhan hari ini, tidak boleh lagi ditunda,” tegasnya.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Agus Setiawan mengaku beruntung bisa ikut dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan tersebut.
Menurut dia, point utama yang diperoleh dari sosialisasi tersebut adalah bagaimana generasi bangsa saat ini memiliki kesadaran akan tanggung jawab sebagai warga negara.
“Yah, seperti yang disampaikan tadi oleh Pak Hugua, bahwa negara kita ini akan selalu ada dan eksis, selama empat pilar ini dapat kita pahami dan implementasikan bersama,” jelasnya.
Untuk itu, Agus berharap, agar sosialisasi empat pilar tersebut dapat terus dilakukan, agar rakyat Indonesia tidak lupa dengan dasar-dasar negara.
Laporan: Ikas









