TenggaraNews.com, KENDARI – Instruksi Walikota Kendari terkait larangan melakukan aktivitas di luar rumah selama tiga hari per tanggal 10 – 12 april 2020, yang beredar luas diberbagai platfom sosial media (Sosmed) menimbulkan kepanikan masyarakat.
Salah satu yang dikhawatirkan masyarakat adanya isu penutupan pasar yang menjadi perbincangan publik di tengah merebaknya wabah virus corona atau covid-19.
Direktur Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kendari, Asnar mengatakan, bahwa Ia telah berkoordinasi ke wali kota dan pihak terkait untuk tidak melakukan penutupan pasar.
Hanya saja, pihaknya akan memperketat penerapan pencegahan dengan menyiapkan fasilitas penunjung, seperti sarana cuci tangan, penyediaan handnsanitiser dan fasilitas lainnya.
Olehnya itu, Asnar mengimbau kepada para pedagang dan pengunjung pasar agar tidak khawatir, karena sistem jaga jarak dan pola hidup sehat di lingkungan pusat perbelanjaan terus di sosialisasikan kepada masyarakat.
“Informasi akan ditutupnya pasar tanggal 10 sampai 13 maret 2020 tidak benar. Para pedagang sudah kami edukasi bagaimana menjaga kebersihan, dan kamipun rutin melakukan penyemprotan disinfektan di areal pasar sebagai bentuk pencegahan virus corona,” katanya, Kamis 9 April 2020.
Selain itu, Asnar juga menjelaskan, bahwa pihaknya rutin memantau harga kebutuhan rumah tangga di pasaran jelang ramadhan, agar tidak terjadi lonjakan harga.
“Kami terus pantau harga di beberapa pasar yang ada di kendari menjelang ramadhan. Saat harga kebutuhan rumah tangga relatif stabil,” jelas Asnar.
Laporan: Ikas









