TenggaraNews.com, KENDARI – Perusahaan PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainles Stell (OSS), didemo warga Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang. Mereka memprotes penerimaan tenaga kerja lokal yang dianggap tidak adil.
Koordinator massa, Imran Leru mengatakan, pihaknya memprotes Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe, sebab dalam proses penerimaan dinilai tak adil, dan melanggar kesepatakan bersama antara masyarakat lingkar tambang, khususnya warga yang bermukin di Kecamatan Bondoala, Kapoiala dan Morosi.
“Yang banyak diterima berkerja kebanyakan dari luar masyarakat lingkar tambang,” kata Imran kepada wartawan, Senin 10 Agustus 2020.

Diungkapkan, telah ada kesepakatan antara Pemda Konawe, pihak perusahaan dan warga, bahwa dalam proses perekrutan tenaga kerja harus memprioritaskan warga sekitar tambang. Tapi, menurut dia, warga lingkar tambang yang diterima berkerja jumlahnya hanya 10 persen saja.
“Warga yang sudah memasukan lamaran kerja dari jauh hari, tapi yang dipanggil itu sekitar 10 persen saja. Janjinya Pemda waktu itu 50 persen warga lingkar tambang akan diprioritaskan. Tapi kenyataannya mana. Malah warga dari luar sudah diterima dan sudah kerja,” jelasnya.
Warga meminta, agar Pemda Konawe bertanggung jawab atas banyaknya warga lingkar tambang yang belum diterima bekerja di perusahaan.
“Kita meminta agar Pemda Konawe dan perusahaan segera menepati janjinya, dan meninjau ulang proses perekrutan yang dinilai telah melanggar kesepakatan bersama. Karena kasian warga disini, hanya jadi penonton melihat orang dari luar sudah bekerja di perusahaan,” pungkasnya.
Sementara itu, External Affair Manager PT VDNI, Indrayanto saat dihubungi wartawan tak mau berkomentar soal proses perekrutan. Sebab, kata dia, panitia penerimaan adalah Pemda Konawe sebagaimana dilansir dari laman sultranesia.id.
Laporan : Rustam









