TenggaraNews.com, KENDARI – Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Puwatu, Kota Kendari pernah menjadi yang terbaik se-Asia Tenggara. Kala itu, Kota Kendari dinahkodai oleh Asrun, dan Dinas Kebersihan selaku instansi yang bertanggungjawab mengelola TPAS tersebut masih dibawah kepemimpinan almarhumah Tin Farida.
Bahkan, pengelolaan TPAS Puwatu juga menjadi salah satu alasan Kota Kendari masih tetap menerima penghargaan di bidang lingkungan, yakni Adiwiyata Mandiri.

Kini, kondisi TPAS tersebut tak sebaik dahulu. Meski sistem pengelolaan sampah masih sama, yakni sampah yang baru dibuang langsung digusur dan ditutupi tanah, agar bauh sampah tak terlalu mencolok.
Pantauan TenggaraNews.com, nampak sejumlah fasilitas sudah tak dapat digunakan lagi, seperti flyng fox. Keindahan sekitar juga tak seindah di masa kepeminpinan Asrun.
Muhammad Inuz, salah seorang warga Kendari yang ditemui di kawasan pembuangan sampah itu mengaku, kondisi TPAS Puwatu saat ini tak sebaik dahulu.
Dikatakannya, pada masa pemerintahan Asrun, penataan kawasan tersebut nampak indah dan memberikan kenyamanan. Jika dibandingkan saat ini, sangat jauh perbedaannya.
Kendati demikian, kata dia, pengelolaan sampah di Puwatu sejauh ini masih cukup baik.
“Kalau jaman Pak Asrun jauh lebih baik dan indah. Sekarang, begini-begini saja,” katanya, Selasa (25/8/2020).

Dahulu, mantan Wali Kota Kendari, Asrun menjadikan TPAS Puwatu sebagai salah satu objek pariwisata yang ramai dikunjungi. Tak hanya dari Kota Kendari saja, wisatawan domestik luar Sultra hingga mancanegara beramai-ramai menginjungi TPAS Puwatu.
Bahkan, pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia dan negara Asia Tenggara serta Eropa juga banyak yang belajar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
Laporan: Erik Leriherdika Pandewolo









