TenggaraNews.com, KENDARI : Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sultra menggelar workshop jurnalis sadar wisata 2020. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai 18-20 November 2020 di Hotel Claro Kendari.
Kegiatan yang bertujuan untuk membangun sinergisitas bersama para pewarta dalam pengembangan sektor pariwisata ini melibatkan 40 wartawan dari media yang berbeda, yang tergabung di Forum Jurnalis Sadar Wisata (FJSW).
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Parekraf Dinas Parekraf Sultra, Erwin Tahir mengatakan, bahwa workshop ini merupakan yang kedua kalinya, setelah kegiatan yang sama pernah dilaksanakan pada 2019 lalu.
Melalui kegiatan tersebut, Erwin berharap agar para pewarta yang tergabung dalam forum jurnalis sadar wisata Sultra dapat membantu pemerintah mempromosikan potensi pariwisata bumi anoa, melalui karya jurnalistik (pemberitaan).
Erwin juga mengaku, bahwa pihaknya sangat memahami peran jurnalis sangat dibutuhkan dalam pengembangan pariwisata di Sultra.
“Kami meminta kepada teman-teman jurnalis untuk mempromosikan destinasi wisata melalui berita. Kami tidak meminta setiap saat, tapi kalau bisa bantu kami,” ucapnya.
Pada hari pertama, panitia workshop menghadirkan Ketua GIPI Sultra sebagai pemateri dengan tema “Sultra masa depan Indonesia, Amazing vs Fact”.
Dalam paparannya, anggota Kondisi II DPR RI ini menjelaskan, bahwa Sultra memiliki tujuh potensi wisata yang bisa menggetarkan dunia, apabila potensi tersebut dikelola secara baik dan tepat.
Disebutkan Hugua, tijuh potensi yang dimaksud adalah keindahan bawah laut Wakatobi kini telah mendunia, Keraton Buton yang merupakan warisan abad ke-15 dan Air Panas Wawolesa yang masif dan berubah-ubah bentuk berdasarkan musim.
Selanjutnya, ada Hutan Lambusango, Gua Liangkabori Muna, Pusat MICE di Toronipa serta Rawa Aopa Watumohai.
“Menurut saya, potensi wisata yang dimiliki Sultra ini amazing dan bisa menggetarkan dunia,” ucapnya.
Laporan : Muhammad Beni
Editor : Rustam Djamaluddin









