TenggaraNews.com, KENDARI – Kasus asusila yang diduga dilakukan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra dari Partai Nasdem, sampai sekarang belum tuntas pengusutannya.
Padahal petunjuk awal, polisi yang melakukan patroli di By Pass Kota Kendari, menemukan oknum tersebut sedang berduaan dalam mobil pribadi.
Tidak adanya upaya Badan Kehormatan (BK) DPRD Sultra menyelidiki kasus tersebut, akhirnya mengundang reaksi dari mahasiswa di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)
Massa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Merdeka Sulawesi Tenggara (AMM Sultra) menggelar unjuk rasa di gedung parlemen, Kamis 4 Maret 2021 sekira jam 10.05 Wita.
Awalnya aksi berlangsung tertib, tiba-tiba berubah menjadi ricuh. Ini karena tak satupun wakil rakyat menemui saat unjuk rasa.
Massa AMM Sultra dalam orasinya di gedung parlemen Sultra itu, mereka menuntut agar BK DPRD Sultra dan DPW Partai Nasdem segera menelusuri tindakan amoral yang diduga dilakukan oleh oknum anggota dewan.
“Ada dugaan tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh salah satu anggota DPRD Sultra dari fraksi NasDem yang dipergoki oleh kepolisian Satgas COVID-19 saat patroli beberapa Minggu lalu,” kata Rian Sultra saat berorasi.
Sementara itu, koordinator lapangan, Aan Laode mengatakan bahwa oknum yang diduga telah melakukan tindakan asusila dan itu telah melanggar kode etik DPRD dan norma masyarakat.
“Sebagai anggota DPRD seharusnya memberikan suriteladan dan tindakannya harus mengedukasi masyarakat, bukan melakukan mesum dalam mobil,” tuturnya.
Menanggapi adanya aksi massa AMM Sultra, Abdul Salam Sahadia anggota BK DPRD Sultra mengatakan pihaknya sedang menelusuri kasus dugaan asusila tersebut.
“Saya akan berkoordinasi dengan pimpinan BK DPRD Sultra untuk mengambil langkah-langkah tegas,” tutupnya.
Laporan : Muh Beni









