PEMILIHAN gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menyisahkan waktu sekitar 2 tahun lagi. Regulasi tentang pemilihan kepala daerah sepertinya akan dilaksanakan pada tahun 2024, rentang waktu yang masih panjang tersebut tentu jika dikaji secara politik, semua berpeluang untuk mengisi slot bakal calon gubernur dan wakil gubernur berdasarkan hasil Pemilu 2024, sehingga bisa dikatakan semua calon akan berdiri pada posisi star yang sama (tak ada petahana).
Jika melihat peta politik berdasarkan ketokohan figur yang muncul saat ini, dengan mewakili masing-masing gerbong, masih di dominasi oleh figur daratan dan kepulauan, baik itu 01 maupun 02.
Sederet nama calon yang memiliki peluang dan potensi untuk maju sebagai calon pemimpin masa depan Sultra, antara lain :
1.Lukman Abunawas
Wakil Gubernur Sultra
2.Tina Nur Alam
Anggota DPR-RI Partai Nasdem
3.Kery Saiful Konggoasa
Bupati konawe
4.Ridwan Bae
Anggota DPR-RI Partai Golkar
5.Umar Samiun
Mantan Bupati Buton
6.H.Barhim
Pensiunan bintang dua angkatan udara Marsda TNI (purn)
Kemudian nama lain di luar dari gerbong daratan dan kepulauan.
7. Mayjen Andi Sumangerukka
Pangdam Hasanuddin saat ini.
8.Rusda Mahmud
Anggota DPR-RI dari Partai Demokrat
9.Abdul Rahman Saleh
Ketua DPRD Provinsi Sultra
10.Agista Ariyani
Istri gubernur sultra saat ini.
Dari 10 nama tersebut, tidak menutup kemungkinan akan bertambah dari figur yang familiar selama ini. Seperti Laode Ida, Laode Syarif, atau para bupati yang akan berakhir masa jabatannya di 2024.
Trend baru politik Indonesia, marketnya tidak lagi monoton sehingga figur itu bisa saja muncul dari mana saja.
Kita tiak memungkiri bahwa Sulawesi Tenggara menjadi daerah terbuka yang membutuhkan figur calon gubernur dan wakil gubernur yang bisa diterima disemua tingkatan dan golongan.
Nah berdasarkan ulasan singkat ini, penulis menterjemahkan keinginan publik, Lukman Abunawas menjadi figur yang paling sering didiskusikan untuk disandingkan dengan nama figur lain. Dalam arti mencari figur ideal mendampingi wakil gubernur tersebut.
Selain Marsda Barhim, kita juga mendengar dalam diskuai warung kopi dan akar rumput, Andi Sumangerukka, Ridwan Bae, Rusda Mahmud, Umar Samiun, adalah figur yang pula terdiskusikan dan berpotensi berpasangan dengan Lukman Abunawas.
Apalagi Lukman dianggap memiliki kekuatan sebagai Ketua Partai PDI Perjuangan Provinsi Sultra, dia pasti akan mendapatkan dukungan penuh sebagai partai penguasa, bersama koalisi partai pemerintah.
Saya melihat munculnya Bahrim dalam menjalin komunikasi politik dengan Lukman, sebuah langkah cerdas bahwa seolah-olah ruang itu telah tertutup buat figur lain. Padahal kajian politiknya rekomendasi rakyat adalah penentunya, yakni hasil survey sebagaimana yang disampaikan Lukman Abunawas dalam salah satu realese di media.
PDI Perjuangan pasti akan sama dengan partai lain, bahwa pada akhirnya figur itu akan ditentukan berdasarkan mekanisme partai dan suara publik (survey ).
Sebagai Akhir dari Analisa saya kontestasi 2024 nanti bisa dikatakan kontestasi penuh bintang, karena semua figur adalah tokoh yang kharismatik mewakili konstituennya, sehingga kita sebagai masyarakat maupun pelaku politik dituntut lebih rasional bagaimana mendorong agar figur-figur itu layak untuk berkontestasi.
Penulis
HAJRUL KHAIRULLAH, S, Sos.
—————————-
Pendiri Jaringan Pemilih Sultra









