TenggaraNews.com, KENDARI – Tim Sulawesi Tenggara (Sultra) Sevent Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra untuk Bangsa yang melakukan pendakian Gunung Latimojong, Kabupaten Endrekang, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sejak 4 April 2021 lalu sudah kembali ke Kota Kendari.
“Alhamdulillah, tim pendaki Sultra yang menjajal Gunung Latimojong sudah kembali di Kendari dalam keadaan selamat, “ kata Irawan Abdul Kadir, ketua tim pendakian Gunung Latimojong saat ditemui di salah satu cafe di Kota Kendari, Senin 12 April 2021.
Ke empat pendaki yang membawa nama besar Provinsi Sultra ke Gunung Latimojong, yakni Hasrudin dari Kabupaten Wakatobi, Wawan dari Kabupaten Konawe. Kemudian La Ode Arif Mepdi Taruna dari Kabupaten Buton Utara dan Irawan Abdul Kadir dari Kota Kendari.

Menurut Irawan, Gunung Latimojong yang tingginya 3.478 MDPL didaki selama 4 hari 3 malam.
“Hanya saja memang tim Sultra Sevent Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra untuk Bangsa, tidak berhasil mencapai puncak gunung, akibat cuaca sangat ekstrim,” jelas Irawan.
Tiga kali upaya tim untuk mencapai puncak Gunung Latimojong, namun selalu ada rintingan yang ditemui.
Hari pertama upaya mencapai puncak, dimulai dari pos 5 menuju pos 6 dan pos 7 dan naik ke puncak, terjadi kabut tebal sehingga jarak pandang sangat terbatas. Setiba di pos 7 yang tingginya 3.200 MDPL, bertahan 1 jam lamanya sambil menunggu cuaca membaik. Namun tak kunjung baik, sehingga tim kembali ke pos 5.
Tim kemudian berupaya lagi untuk kedua kalinya. Dari camp pos 5, tim hanya mampu mencapai pos 6. Terjadi hujan dan badai. Tim terpaksa mencari perlindungan di balik bebatuan.
“Karena cuaca tidak mendukung, tim kembali ke camp pos 5 untuk istirahat,” kisah Irawan kepada TenggaraNews.com.
Dari pos 5, tim pendaki gunung asal Sultra ini tetap semangat untuk mencapai puncak. Hingga akhirnya mencoba lagi naik lagi menuju puncak.
“Kita terkendala lagi dengan faktor cuaca. Terjadi kabut sehingga mempengaruhi jarak pandang. Kita mencoba bertahan di pos 7, menunggu cuaca membaik. Tapi setelah beberapa lama menunggu, cuaca tidak kunjung berubah sehingga diputuskan untuk turun kembali ke camp di pos lima,” jelas Irawan.
Meski tidak berhasil mencapai puncak Gunung Latimojong, namun tim Sultra Sevent Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra untuk Bangsa, sudah mendapatkan pelajaran berharga dalam rangka mempersiapkan diri menuju pendakian 7 gunung di dunia.
“Mencapai puncak gunung itu bonus, tapi ini intinya bagaimana tim pendaki Sultra dapat menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungan yang ekstrim atau Aklimatisasi,” ucapnya.

Dalam pendakian Gunung Latimojong, bukan hanya tim Sultra yang gagal mencapai puncak gunung. Namun juga tim pendaki gunung dari Jawa, Kalimantan, Makassar dan Endrekang juga tidak mencapai puncak, akibat cuaca yang ekstrim.
Dukungan Pemda dan Polda Sultra Dibutuhkan
Tim Sultra Sevent Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra, akan melakukan pendakian Gunung Everest (Asia), Gunung Aconcagua Amerika Selatan, Gunung McKinley Amerika Utara, Gunung Kilimanjaro Afrika, Gunung Elbrus Eropa, Gunung Vinson Massif Antartika dan Gunung Puncak Jaya Indonesia.
“Pasca pendakian Gunung Latimojong, tim saat ini mempersiapkan menuju pendakian Gunung Kilimanjaro di Afrika,” kata Andi Almu Yasir SH, Ketua Panitia Sultra Sevent Summit Expedition Pendakian Pemuda Sultra.
Selama bulan puasa, tim Badan Diklat akan terus memberikan porsi latihan hingga akhirnya berangkat menuju Afrika. Diperkirakan tim bertolak dari Kendari menuju Jakarta 25 Mei 2021 dan 27 Mei 2021 sudah menuju Afrika.
“Sekarang ini bagaimana menyelesaikan biaya administrasi yang segera diselesaikan kepada agen pendakian Gunung Kilimanjaro,” kata Andi Almu.
Soal dukungan, menurut Andi Almu, tidak ada alasan yang tidak mendukung untuk mewujudkan mimpi pemuda Sultra.

“Ini mimpi besar pemuda Sultra untuk membawa nama baik Sultra ke dunia internasional. Ini perlu dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah maupun perusahaan yang telah memperoleh keuntungan di bumi Sultra,” terangnya.
Gubernur Sultra memberikan dukungan untuk kegiatan ini. Karena ini membawa nama Sultra ke dunia internasional. Demikian halnya instansi pemerintah lainnya, harus memberikan support.
Hanya kendala yang terjadi saat ini, ungkap Andi Almu, terkendala pada audiens dengan Kapolda Sultra. Padahal mantan Kapolda Sultra, Brigjen Iriyanto SIK sudah memberikan rekomendasi kepada panitia.
Namun dalam perjalanannya merekomendasikan bertemu dengan Dirlantas Polda Sultra. “Ada miss komunikasi kayaknya, karena panitia direkomendasikan audiens dengan Dirlantas Polda, padahal kami mau audiens dengan Pak Kapolda Sultra secara langsung,” tegas Andi Almu.
Laporan : Rustam









