Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home Nasional

Sasaran Reshuffle Kabinet, Kemendikbud dan Kemenristek Digabung

Redaksi by Redaksi
April 15, 2021
in Nasional
0
Smiley face

TenggaraNews.com, JAKARTA – Wacana reshuffle atau perombakan menteri dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju mencuat setelah Presiden Joko Widodo mengusulkan penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

Selain Kemendikbud-Ristek, Jokowi juga mengusulkan pembentukan Kementerian Investasi. Ketentuan itu termuat dalam Surat Presiden (Surpres) Nomor R-14/Pres/03/2021 yang sudah disetujui oleh DPR RI melalui pembahasan dalam Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR, Kamis (8/4), yang dihadiri oleh pimpinan DPR RI dan pimpinan sembilan fraksi.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menyebut bahwa Jokowi akan melantik menteri baru di posisi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud- Ristek).

Ia juga menyampaikan akan ada menteri baru untuk jabatan Menteri Investasi. Menurutnya, menteri itu akan merangkap jabatan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, mengatakan masih ada beberapa menteri yang memiliki kinerja timpang dengan visi-misi presiden, selain melantik dua menteri baru pada reshuffle kabinet kali ini.

You Might Also Like

Mendagri Larang Kepala Daerah Keluar Wilayah

Produksi Beras Indonesia Tahun 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton

Tindak Perusahaan Perusak Kawasan Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan dan Jampidum Teken Kerjasama

Pembahasan UU ASN Berikan Solusi Bagi PNS dan PPPK

“Reshuffle memungkinkan menyasar kementerian lain, tidak saja Kemenristek atau Kemendikbud. Terutama menteri yang bidangnya terdampak pandemi,” kata Dedi sebagaimana dilansir dari laman CNNIndonesia.com.

Ia pun menyinggung Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurutnya, Ida tidak mampu berbuat banyak mengatasi situasi sulit para pekerja yang kehilangan pekerjaannya karena pandemi Covid-19. Sementara Nadiem dinilai tak menawarkan kebijakan optimal terkait pembelajaran di masa pandemi.

Hanya saja, Dedi berpendapat perombakan menteri dalam praktiknya bukan menjadi hak presiden sepenuhnya.

“Ada andil pengaruh mitra koalisi yang juga menjadi pertimbangan. Kondisi itu memungkinkan reshuffle menyasar kelompok non-parpol,” tandasnya.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, berpendapat seharusnya pembentukan dan penggabungan kementerian dapat menjadi momentum koreksi bagi menteri yang lain. Namun, ia memprediksi Jokowi tidak akan melakukan reshuffle besar-besaran.

“Secara politik pak Jokowi masih menjaga kestabilan politik,” ujarnya. Sependapat dengan Dedi, Ujang menilai perombakan menteri juga dilakukan dengan mempertimbangkan situasi politik secara matang. Tidak mutlak jadi hak presiden sepenuhnya.

“Sebenarnya kan, nama Nadiem sudah cukup dari dulu untuk di-reshuffle, tapi faktanya enggak. Lalu kebijakan Ida Fauziah Menaker, banyak PHK di sana-sini, banyak persoalan, ternyata kan enggak di- reshuffle juga,” tutur Ujang.

“Misal pak Pratikno, Jokowi Mania menjadikannya salah satu menteri yang harus di-reshuffle, enggak mungkin juga. Karena pak Pratikno salah satu tangan kanan Jokowi,” sambungnya.

Berdasarkan survei IPO terkait kinerja kementerian/lembaga, peluang reshuffle kabinet dan potensi capres 2024, Nadiem (dengan persentase 40 persen) termasuk lima besar menteri yang diinginkan publik untuk diganti. Nama lainnya ialah Menkominfo Johnny G. Plate (55 persen), Menkumham Yasonna H.Laoly (47 persen), hingga Mentan Syahrul Yasin Limpo (44 persen).

Smiley face

Survei itu dilakukan pada 12-23 Oktober 2020. Metode purposive sampling dilakukan terhadap 170 orang pemuka pendapat yang berasal dari peneliti universitas, lembaga penelitian mandiri, dan asosiasi ilmuwan sosial/perguruan tinggi.

Sementara survei terhadap massa pemilih nasional dilakukan dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia dengan margin of error dalam rentang 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Andalas, Ilham Azre, mengungkapkan reshuffle tidak akan menyasar pos kementerian lain di luar Kemendikbud-Ristek dan Kementerian Investasi.

Sebab, menurut dia, kinerja sejumlah menteri sejauh ini sudah bagus dan tidak ada gonjang-ganjing politik yang berarti.

“Menurut saya enggak ada. Pertama dari sisi faktor politik sudah stabil. Indikator ekonomi juga sudah mulai membaik,” ucap Ilham saat dihubungi melalui sambungan telepon.

“Ada riak kecil yakni KSP tapi saya enggak yakin juga membuat pergantian pada KSP,” sambungnya.

Pilihan Kalangan Profesional

Baik Dedi maupun Ujang menilai kalangan profesional merupakan pilihan yang tepat bagi Jokowi jika hendak merombak menterinya.

Dedi mengatakan sosok dari unsur profesional lebih minim kepentingan dibandingkan kader partai. Lagi pula, ujar dia, banyaknya menteri dari unsur parpol yang telah diproses hukum mengindikasikan bahwa mereka belum cukup meyakinkan terbebas dari kepentingan organisasi.

“Kita bisa baca kasus Juliari Batubara [mantan Menteri Sosial], di mana melibatkan banyak kader parpol yang sama. Begitu juga periode sebelumnya yang menyasar Menag Lukman Hakim, juga menjerat tokoh- tokoh se-parpol,” imbuhnya.

Juliari menjadi tersangka KPK atas kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19. Beberapa politikus PDIP, yakni Ihsan Yunus dan Herman Herry, diduga terlibat dalam tindak pidana tersebut.

Sementara Lukman belum berstatus tersangka meskipun dalam vonis hakim ia terbukti menerima Rp70 juta terkait kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Sementara itu, Ujang berujar bahwa menteri yang berasal dari parpol juga difungsikan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang untuk kepentingan partai. Oleh sebab itu, ia menyarankan agar Jokowi memilih kalangan profesional jika nantinya merombak menteri.

“Harusnya kalau ingin bagus, bukan kita antipati terhadap parpol, tapi kalau memang mau ritmenya enak tidak tersandera oleh kepentingan partai, profesional lebih enak. Lebih mudah dikontrol oleh presiden,” ucap Ujang.

Dia menilai menteri dari parpol lebih banyak berkhidmat pada partainya, mencari duit untuk membesarkan partai dalam mempersiapkan pemilu.

Terkait wacana reshuffle kabinet ini, Staf Khusus Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin di Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi menyebut Presiden Jokowi telah mengajak Ma’ruf berembuk. Hanya saja Masduki tak bisa membongkar lebih jauh soal isi rembukan antara Jokowi dan Ma’ruf terkait reshuffle kabinet.

Laporan : Rustam

Post Views: 299
Previous Post

Petugas Syahbandar Marah Saat Wawancara Kapal Kayu Bermuatan BBM Subsidi Terbakar

Next Post

Kapal Bermuatan BBM Subsidi yang Terbakar di Wakatobi, Diduga Aksi Penyelundupan

Redaksi

Redaksi

Related News

Mendagri Larang Kepala Daerah Keluar Wilayah

Mendagri Larang Kepala Daerah Keluar Wilayah

by Redaksi
December 10, 2025
0

TenggaraNews.com, JAKARTA - Mendagri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan surat edaran (SE) larangan kepala daerah bepergian ke luar wilayahnya....

Produksi Beras Indonesia Tahun 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton

Produksi Beras Indonesia Tahun 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton

by Redaksi
November 4, 2025
0

TenggaraNews.com, JAKARTA – Produksi beras nasional tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dan menandai langkah besar Indonesia menuju swasembada pangan. Berdasarkan...

Tindak Perusahaan Perusak Kawasan Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan dan Jampidum Teken Kerjasama

Tindak Perusahaan Perusak Kawasan Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan dan Jampidum Teken Kerjasama

by Redaksi
November 1, 2025
0

TenggaraNews.com, JAKARTA -  Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) menandatangani...

Pembahasan UU ASN Berikan Solusi Bagi PNS dan PPPK

Pembahasan UU ASN Berikan Solusi Bagi PNS dan PPPK

by Redaksi
October 15, 2025
0

TenggaraNews. com, JAKARTA  - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Reni Astuti menegaskan bahwa pembahasan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU...

Next Post
Kapal Bermuatan BBM Subsidi yang Terbakar di Wakatobi, Diduga Aksi Penyelundupan

Kapal Bermuatan BBM Subsidi yang Terbakar di Wakatobi, Diduga Aksi Penyelundupan

Pengedar Sabu Seberat 56,83 Gram Diamankan Polisi

Pengedar Sabu Seberat 56,83 Gram Diamankan Polisi

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Polsek Kaledupa Dinilai Tidak Profesional Tangani Laporan Masyarakat
  • Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara