TenggaraNews.com, KONAWE – Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat, atau dikenal dengan sebutan Pamsimas tahun anggaran 2020 di Desa Tawanga, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga menyimpang dari perencanaan awal (bestek).
Salah satu warga Desa Tawanga, Samhudi mengungkapkan, tatakelola kegiatan penyediaan air bersih dalam program Pamsimas terkesan tidak transparan, baik pemerintah desa maupun pelaksana kegiatan program Pamsimas, seperti papan informasi proyek yang menelan anggaran kurang lebih Rp 200 juta tidak ada.
Kemudian Perpipaan proyek Pamsimas tahun anggaran 2020 tersebut disambung ke pipa PDAM yang ukurannya 2,5 dan 3 inci, sementara ukuran pipa proyek Pamsimas berukuran 1,5 inci sehingga diduga tidak sesuai dengan hasil musyawarah pemerintah Desa Tawanga, BPD dan masyarakat.

Dalam musyawarah disepekati bahwa program Pamsimas dalam bentuk penyediaan air bersih akan melayani 3 dusun yakni dusun 3, 4 dan 5. Namun kenyataannya jangankan 1 dusun, warga setengah dusun saja tidak dilayani air bersih. Bahkan yang melayani kebutuhan air masyarakat hanya aliran air yang bersumber dari PDAM yang telah di buat tahun 2017 yang lalu.
Sebelum adanya program Pamsimas, aliran air bersih yang mengalir ke masyarakat sangat lancar debit airnya. Namun begitu hadir penyediaan air bersih dari program Pamsimas, justru aliran air tidak lancar.
“Saya berharap kepada Pemda Kolaka Timur, agar segera merespon persoalan yang terjadi di Desa Tawanga, terkait penyediaan air bersih melalui program Pamsimas,” harap Samhudi.
Mengkonfirmasi dugaan adanya kesalahan pelaksanaan program Pamsimas, Fitriani bendahara program Pamsimas di Desa Tawanga mengungkapkan, bahwa ia mengakui perpipaan Pamsimas menyambung ke pipa PDAM dengan ukuran pipa kecil ke pipa besar.
Namun secara teknis, Fitriani tidak bisa memberikan penjelasan soal pelaksanaan Pamsimas. Dalam proses pencairan anggaran, Fitriani mengaku hanya tanda tangan. Sedangkan besaran uang yang dicairkan, bendahara ini tidak tahu.
Untuk mendapatkan informasi lebih teknis mengenai program Pamsimas ini, Ketua Pelaksana Program Pamsimas dan Sekretaris kegiatan tidak berhasil ditemui di kediamannya.
Laporan : Helni Setyawan









