TenggaraNews.com, KENDARI – Miris juga mendengar keluhan warga yang bermukim di Lorong Abadi, Kelurahan Bende, kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Terhitung sejak tahun 1985, warga yang bermukim di jalan tersebut, sampai saat ini tidak memiliki sarana rumah ibadah.
Selana ini warga yang bermukim di Jalan Abadi, khususnya di RT 27 dan RT 28 terpaksa mencari masjid alternatif seperti di kompleks Perumnas, kantor TVRI Sultra dan Masjid Babul khair di Kecamatan Wua-wua.

Ketua RT 27 Arifin dan Ketua RT 28 Ikbal menceritakan bahwa ada satu mushollah milik SD Negeri 25 dan SD negeri 33 yang bisa mereka gunakan untuk beribadah, hanya saja pihak sekolah tidak memberikan ruang untuk menggunakan moshallah tersebut.
Bahkan pihak sekolah saat ini akan memagari mushollah tersebut yang posisinya persis di belakang sekolah.
Warga berharap agar pihak sekolah membuka akses agar mushollah tersebut bisa mereka gunakan, karena memang selama ini mushollah tersebut tertutup rapat dan tak digunakan.
Menanggapi hal itu, Iqbal Abdulah Bafadal Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kendari akan menyampaikan informasi tersebut melalui fraksi Gerindra di DPRD Kota Kendari untuk di tindaklanjuti ke Dinas pendidikan Kota Kendari.
DPC Gerindra Kota Kendari berharap agar Dinas Pendidikan kota bisa mengkoordinasikan dengan pihak sekolah, sehingga keberadaan mushollah milik sekolah tersebut bisa di gunakan masyarakat, khususnya di RT 27 dan RT 28 Kelurahan Bende Kota Kendari.
Laporan : Rustam









