TenggaraNews.com, KENDARI – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Kendari, yang berada di Jalan Sao-sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, tongkrongannya semakin hari semakin indah dipandang.
Dilihat dari sudur gapura, sudah terlihat keasrian taman sepanjang koridor menuju kantor SMP dan ruang belajar.
Nah sebelum masuk ke halaman sekolah, anda akan disapa dengan penjaga sekolah alias security. Anda akan dicecar beberapa pertanyaan dulu, sebelum diizinkan melewati pintu gerbang.
Pertanyaannya sederhana, mau ketemu siapa dan urusan apa? Rata-rata orang tua siswa yang ditanyai menjawab, mau daftarkan ulang anak.
Sebelum masuk, penjaga sekolah itu kemudian mengarahkan thermo gun ke punggung tangan atau jidat, untuk mengetahui suhu tubuh tamu. Maklum, SMP Negeri 9 memberlakukan secara ketat protokoler kesehatan (Prokes), demi mencegah penyebaran Covid19.
Di sudut pintu pendaftaran ulang, sudah terpasang kipas angin air embun berisikan cairan desinfektan. Setiap tamu yang berurusan di sekolah favorit itu, harus terlebih dahulu berputar-putar di depan kipas tersebut, agar seluruh tubuhnya terkena cairan desinfektan.
“Ya kami memang harus ketat menerapkan prokes Covid19. Jangan sampai sekolah ini menimbulkan klaster baru,” kata Milwan, S.Pd,M.Pd, Kepala SMP Negeri 9 Kendari.
Penerapan prokes Covid19 terbilang super ketat, sebab gurupun yang belum divaksin, tidak dibolehkan mengajar secara tatap muka nanti. Dia hanya boleh mengajar secara daring.
Diluar penerapan prokes Covid19, terlihat di halaman sekolah berdiri megah panggung kreativitas insan milenia. Panggung tersebut dibangun untuk mendukung pembelajaran siswa-siswi.
“Dengan anggaran swadaya, kami membangun beberapa fasilitas pendukung sekolah. Seperti panggung yang letaknya di halaman sekolah. Jadi kalau ada kegiatan seni dan kegiatan lainnya di sekolah, sudah ada panggung yang disiapkan,” kata Sulaeman Modo, ketua Komite SMP Negeri 9 Kendari.
Demikian juga sarana ibadah. Masjid sudah dibenahi dengan baik, termasuk fasilitas pendukung lainnya.
Ke depan, Komite sekolah ini juga akan membuat ruang tunggu orang tua siswa saat menjemput anak-anaknya. “Kita akan buat ruang tunggu namanya satu jam bersama sekolah. Jadi di ruang tunggu itu, orang tua siswa duduk santai membaca buku-buku yang sudah disiapkan, sambil menunggu anaknya keluar dari sekolah,” terang Sulaeman.
Laporan : Rustam









