TenggaraNews.com, KENDARI – Ormas Laskar Sarano Tolaki bagikan 50 paket bantuan sosial Sembilan Bahan Pokok (sembako) kepada warga korban pembakaran rumah dan warga lainnya yang terkena dampak, akibat bentrok kedua kelompok pemuda di Desa Kapoiala Baru, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Jumat 9 Juli 2021.
Ketua Laskar Sarano Tolaki Wilayah Kecamatan Morosi, Andi Falle mengungkapkan, kegiatan pembagian sembako sebanyak 50 paket kepada kepala keluarga yang mengalami musibah kebakaran rumah dan masyarakat sekitarnya yang terdampak, adalah bagian dari kepedulian kami terhadap mereka yang ditimpa musibah di Desa Kapoiala Baru.
“Tidak hanya itu, kami juga memberikan penguatan sekaligus memberikan edukasi, baik kepada masyarakat korban pembakaran rumah, maupun masyarakat sekitar, agar nilai-nilai toleransi antar etnis yang ada di wilayah lingkar tambang pada khususnya, agar tetap terjaga,” kata Andi Falle.
Sementara itu, ketua DPP Laskar Sarano Tolaki, Aguslan mengatakan, kehadiran Laskar Sarano Tolaki di Desa Kapoiala Baru ,merupakan bentuk kepedulian.
“Tak lupa juga saya sampaikan ucapan terimah kasih kepada Pribadi Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Yan Sultra yang telah memberikan bantuan berupa paket sembako untuk masyarakat yang mengalami musibah, maupun masyarakat sekitar yang terdampak akibat bentrok antar pemuda yang terjadi beberapa waktu lalu melalui Ormas Laskar Sarano Tolaki,” ujar Aguslan .
Bantuan sembako diserahkan kepada pemerintah Desa Kapoiala Baru untuk dibagikan berdasarkan data yang mengalami musibah dan masyarakat sekitarnya.
Menanggapi bantuan tersebut, Kepala Desa Kapoiala Baru , Abdul Majid mengatakan, kehadiran Ormas Laskar Sarano Tolaki di Kapoiala Baru dalam memberikan bantuan paket sembako, sangat perlu diberi apresiasi.
“Saya berharap kejadian pembakaran rumah masyarakat akibat bentrok antar pemuda tidak terulang lagi, dan tetap mengedepankan nilai-nilai toleransi antar sesama masyarakat khususnya di wilayah Kapoiala Baru,” ujar Abdul Majid.
Laporan : Helni Setyawan









