TenggaraNews.com, KENDARI – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buton, Drs La Jawi saat memberikan Tauziah mengungkapkan, sekitar 40 tahun lamanya hidup bertetangga dengan Almarhuma Hj Wa Nazia Binti La Umara di Kambo Kaboloma, Pasar Wajo, Kabupaten Buton, tidak pernah terdengar berselisih paham dengan tetangganya.
“Beliau sangat ramah, selalu menyapa kami kalau berpapasan di jalan. Selama hidupnya, saya tidak pernah dengar Almarhumah berselisih paham dengan siapa saja,, termasuk dengan tetangganya,” jelas La Jawi saat membawakan Tauziah di acara Tahlilan hari ke -3 Almarhumah Hj Wa Nazia Binti La Umara, ibunda tercinta H. Ali Mazi Gubernur Sultra.
La Jawi kemudian mengungkapkan, meskipun almarhum pindah ke Kendari mengikuti Gubernur Ali Mazi, tapi setiap kembali ke Buton, pasti bertemu dengan keluarga besar.
“Mohon maaf bapak gubernur, kami biasa memanggil Hj Wa Nazia yaitu Inano Ali Mazi. Almarhum ini ramah sekali dan murah senyum kepada kami,” jelas La Jawi.
Tahlilan diperingati di Pasar Wajo, Ibukota Kabupaten Buton, tempat Hj Wa Nazia di makamkan. Di mana diketahui Pasar Wajo adalah kampung halaman keluarga besar Ali Mazi Gubernur Sultra.
Hj Wa Nazia menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 7 Oktober 2021 sekitar pukul 21.25 WITA di RS Bahteramas Kendari.
Hadir secara langsung di Pasar Wajo, antara lain La Bakri Bupati Buton, AS Thamrin Wali Kota Bau-bau dan sejumlah pejabat lain. Dan banyak pula pejabat Pemprov Sultra hadir secara virtual.
Sementara itu, Gubernur Sultra Ali Mazi saat menyampaikan sambutan menjelaskan, sebagai pemimpin masyarakat Sultra, Allah memberikan ujian.
“Dua sosok yang saya cintai. Sosok yang selalu memberikan semangat dalam menjalani hidup, baik sebagai pemimpin keluarga maupun sebagai emimpin Sultra telah dipanggil Allah Subhana Wataala,” kata Ali Mazi dengan nada sedih.
Sosok yang dimaksud Ali Mazi, yakni istri tercinta Agista Ariani Bombay meninggal dunia pada Selasa, 13 Juli 2021 di RS Bahteramas Kendari.
Belum genap 100 hari kepergian Almarhumah Agista Ariani, Gubernur Ali Mazi kembali kehilangan ibunda tercinta Hj Wa Nazia.
“Saya mohon kepada keluarga di Buton, di Bau-bau dan seluruh masyarakat Sultra, apabila ada kesalahan dan dosa almarhumah ibu saya, mohon dimaafkan,” kata Ali Mazi.
Ali Mazi juga menyampaikan terima kasih kepada tim dokter dan tim medis yang telah merawat Hj Wa Nazia di RS Bahteramas Kendari.
Ucapan yang sama juga disampaikan kepada Kapolda Sultra, Bupati Buton dan Wali Kota Bau-bau, Andi Amran Sulaiman serta seluruh pihak yang telah membantu prosesi pemakan Hj Wa Nazia, mulai pemberangkatan dari Kendari sampai ke Pasar Wajo, Buton.
Laporan : Rustam









