TenggaraNews.com, MUNA – Harga minyak goreng di Pasar Sentral Laino Raha melonjak, akibatnya, pembeli mengeluh atas kenaikan tersebut.
Seperti halnya yang diungkapkan Ira, salah satu pembeli yang ditemui oleh Jurnalis TenggaraNews.com di area pasar Sentral Laino, menurutnya, saat ini ada beberapa lonjakan harga sembako yang begitu signifikan, seperti minyak goreng, bumbu dapur. Terlebih harga ikan yang sejak beberapa bulan ini tidak ada perubahan.
“Jika keadaan seperti ini terus, bisa hancur kita. Apalagi sebagai masyarakat kecil yang berpenghasilan tidak menentu. Sebelumnya dengan uang Rp 50 ribu sudah bisa belanja kebutuhan sehari-hari, tapi sekarang membawa uang Rp100 ribu tidak cukup,” tutur ibu dua anak itu.
Sementara itu salah satu pedagang sembako di Pasar Sentral Laino, Waode Silu, mengaku, sudah tiga hari dagangannya sepi.
Pembeli yang datang di kiosnya hanya menanyakan harga kemudian pergi. Saat ini, para pedagang tidak mengorder banyak, terlebih jenis minyak goreng.
Seperti halnya pada minyak Bimoli, kata dia, saat mengorder ke agen dimana isi 18 liter sebelumnya dijual dengan harga Rp 250 ribu.
Namun satu jam kemudian naik menjadi Rp 340 ribu. Sementara pada ukuran 1 liter, dari harga Rp 15 ribu, naik menjadi Rp 21 ribu
“Dagangan saat ini sepi, barang yang naik bukan hanya minyak goreng namun ada beberapa barang lainnya, seperti bumbu dapur,” ungkapnya pada Jumat, 26 November 2021.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, La Ode Darmansyah, mengatakan, terkait kenaikan harga tersebut, sangat prihatin dengan lonjakan itu, dan akan secepatnya melakukan pemantauan.
“Insya Allah, dalam waktu dekat ini bersama Kabid perdagangan akan menggandeng DPR dan Kepolisian melakukan kroscek lapangan dan penyelidikan terjadinya lonjakan harga sembako yang begitu tinggi, khususnya minyak goreng, apalagi menjelang Nataru 2021, jika perlu kita atasi dengan operasi pasar,” tegas Darmansyah.
Laporan : Phoyo









