TenggaraNews.com, KENDARI – Pengurus posko perjuangan rakyat (Pospera) DPC Kota Kendari dibawah kepemimpinan Bram Barakatino resmi dikukuhkan, oleh Ketua DPD Pospera Provinsi Sultra, Hartono di Plaza Inn Hotel, Kamis 1 Maret 2018.
Ketua DPC Popsera Kota Kendari, Bram Barakatino meyakini sepenuhnya bahwa dibawah kepemimpinannya, Pospera akan menjadi barometer organisasi masyarakat (Ormas) di ibukota Provinsi Sultra ini. Dan tentunya, pengurus organisasi ini harus memiliki jiwa pengabdian dan aktualisasi, serta memacu diri untuk menarik impek ekonomi
“Saya membangun ekspektasi yang sangat tinggi. Dimana, Pospera ini akan menjadi barometer dari banyaknya organisasi-organisasi yang ada di Kota Kendari,” tegas Bram.
Dikatakannya, kegiatan sosial-sosial kemasyarakatan akan menjadi target utama Pospera Kota Kendari dibawah kepemimpinannya. Kendati demikian, upaya-upaya untuk membesarkan organisasi yang dilakukannya pun tak akan ada apa-apanya, tanpa bantuan dari segenap pengurus dan 10 PAC se-Kota Kendari, sehingga keterbelakangan ekonomi dan pendidikan juga menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh anggota organisasi yang baru saja dilantik.
Menurut dia, kekuatan utama dari sebuah organisasi adalah cinta dari akan rumput serta komitmen dan konsistensi semua pengurusnya. Dalam menjalankan roda organisasi ini, Pospera tidak mengedepankan nilai-nilai demonstrasi, karena semua pengurus wajib menjaga harga diri dan mencintai organisasi dengan cara-cara intelektual dan berwibawa. Melalui langkah-langkah akademis akan mampu menyelesaikan suatu persoalan, pendekatan persuasif pun harus dikedepankan, namun jika hal itu buntuh dan tak terlaksana, maka Pospera pun tidak kekurangan untuk melakukan suatu gebrakan besar.

“Kita semua (pengurus) tentunya memiliki tanggung jawab besar pasca dilantik, karena sejumlah agenda dan rangkaian kerja-kerja organisasi telah menunggu kita. Dema Pospera, LBH serta Badan Usaha Mandiri (BUM) Pospera harus bisa direaliasasikan,” beber aktivis tersebut.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, bahwa Pospera harus mampu membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Sebab, jika mengambil indikator dari negeri Jepang, maka dari 100 persen penduduk suatu negara, 20 persen diantaranya harus menjadi pelaku ekonomi, barulah negara itu bisa dikatakan makmur dan mandiri secara ekonomi.
Olehnya itu, lanjut Bram, Ormas yang dipimpinnya itu ditargetkan harus mampu memasuki semua pasar-pasar ekonomi, Pospera harus getol melihat program ekonomi, dan kegiatan ekonomi kepemudaan harus bisa direbut, sehingga bisa menciptakan kemandirian ekonomi di kota lulo pada khususnya, dan selebihnya akan membuka cakrawala berfikir terhadap Sultra dan seluruh Indonesia
“Dan sekali lagi saya tekankan, semua ini akan tercapai jika kita melakukan kerja-kerja, langkah dan aktualisasi sesuai dengan AD/ART,” jelasnya sembari menutup sambutannya.
Laporan: Ikas Cunge








