TenggaraNews.com, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Diaspora) mulai melakukan penjaringan bibit-bibit atlet. Proses tersebut dilaksanakan melalui Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) I tingkat Provinsi Sultra, di Gedung Olahraga Bahteramas Kendari, mulai Minggu 6 Mei hingga Selasa 8 Mei 2018.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sultra, Jaya Bhakti mengatakan, proses penjaringan tersebut bertujuan untuk peningkatan prestasi di bidang olahraga. Sebab, sudah sepuluh tahun terakhir Popda ini baru kembali dilaksanakan.
Adapun cabang olahraga yang di pertandingan pada Popda ini yakni badminton, tenis meja dan basketball.
“Jadi, output dari kegiatan pelaksanaan Popda ini, Insya Allah pada bulan Oktober 2018, para juara dimasing-masing Cabor akan mewakili Sultra di ajang Pekan Olahraga Wilayah antar pelajar di Mataram, pada September 2018 mendatang,” kata Jaya saat ditemui di GOR Bahteramas, Senin, 7 Mei 2018.
Lanjut Jaya, pihaknya hanya pertandingkan tiga Cabor, karena Cabor lain yang dibina oleh Pemprov Sultra yang menjadi unggulan yakni silat, sepak takraw dan dayung. Itu secara otomatis masuk di kegiatan Popnas.
“Sehingga kita tidak melakukan penjaringan atlet melalui Popda, tetapi ketiga Cabor ini melalui ajang Popwil. Tentu kita harus menyodorkan atlet-atlet yang punya talenta yang baik,” ungkapnya.
Melalui Popda ini, kata dia, diharapakan bisa melahirkan calon-calon atlet yang bisa mewakili Sultra di Popwil.
“Saya juga sudah sampaikan kepada para wasit, agar profesional dan tidak pilih kasih. Yang jelas terbaik itu yang kita kirim dan itu sudah menjadi pemegang tiket utama untuk kontingen Sultra di Popwil,” terangnya.
kedepannya, sambung Jaya, pembinaan-pembinaan olahraga ini akan dilaksanakan setiap tahun secara berkesinambungan, karena secara tidak langsung memberikan pembinaan terhadap generasi muda.
Ia menambahkan, dari 17 kabupaten/kota di Sultra, baru enam yang berpartisipasi di Popda tingkat pertama ini.
“Yang kita undang itu 17 kabupaten/kota, tetapi melalui koordinasi di masing-masing Dispora kabupaten/kota. Ini juga menjadi koreksi kita, Insya Allah tahun 2019 mendatang, Popda akan menjadi ramai, karena kemungkinan kita langsung berdiskusi dengan Pemda setempat melalui Pemprov,” pungkasnya.
Laporan: Muhamad Isran









