TenggaraNews.com, WAKATOBI – Harapan Wakatobi sebagai icon wisata dunia semakin hari semakin pupus, karenadampak dari pekerjaan proyek nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Minimnya pengawasan sehingga kegiatan yang merusak lingkungan di Kawasan Starategis Pariwisata Nasional (KSPN) itu tidak terkendali.
Proyek Kementrian PUPR tentang Pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Waha paket dua kini menghapus icon wisata kelas Internasional, kini hanya menjadi wisata lokalan setelah adanya kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi Nadar, setelah dimintai tanggapan mengungkapkan, apa yang terjadi di Desa Wapia-Pia, hari ini sangat tidak sesuai dengan konteks pengembangan wisata yang menjadi cita-cita Kabupaten Wakatobi.

“Kalau dari kacamata itu, saya katakan bahwa apa yang ada hari ini sangat tidak sesuai dengan konteks kebutuhan untuk pengembangan pariwisata kita, karena di pantai itu karakter potensi wisatanya mempunyai pantai yang indah bisa saya bilang satu-satunya di Kabupaten Wakatobi,” ungkap Kadis Pariwisata Wakatobi Nadar, Kamis, 2 September 2021.
Ia juga sangat menyayangkan, setelah ada project itu, pantai satu-satunya di Wakatobi itu terdegradasi karena pasirnya habis.
Tak hanya itu, Icon yang berkelas dunia itupun menjadi turun status akibat keindahan yang telah dirusaki dengan proyek Kementrian PUPR itu.
“Kelasnya pun juga malah menurun yang tadinya international class, sekarang sudah lokal kelas malah, tapi itu kan Saya tidak bicara pada konteks dari sisi perizinannya itu lengkap atau tidak karena kewenangannya ada di instansi teknis,” ujarnya.
Wilayah yang ditetapkan sebagai KSPN, Taman Nasional, dan Cagar Biosfer mestinya Kabupaten Wakatobi mendapat perhatian khusus dalam pengelolaan dan perlindungan Lingkungan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten, namun seolah semua hanyalah simbol dan nama belakang.
Laporan: Syaiful









