Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home Nasional

Presiden PKS Kritisi Pendekatan Pembangunan Neoliberal Dalam Forum Webinar Internasional

redaksi by redaksi
March 30, 2021
in Nasional
0
Smiley face

TenggaraNews.com , JAKARTA –Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) M. Syaikhu membuka Webinar Internasional dengan tema “Making Development Work” pada Selasa 30 Maret 2021.

Dalam sambutannya Presiden PKS, Ahmad Syaikhu (AS) mengkritisi pendekatan pembangunan neoliberal yang dianggap tidak menyelesaikan persoalan pembangunan yang ada di negara-negara berkembang.

Bahkan menimbulkan banyak persoalan baru seperti ketimpangan ekonomi dan sosial yang tinggi, kerusakan lingkungan hidup, bahkan korupsi yang merajalela.

Sedangkan Ketua Bidang Ekonomi dan Keuangan, DPP PKS, Dr. Anis Byarwati (AB), dalam sambutannya menekankan tentang pembangunan sebagai salah satu masalah penting yang dihadapi sebagian besar negara Muslim saat ini termasuk Indonesia.

Webinar Internasional ini dipandu oleh Farouk Abdullah Alwyni (FAA), MA, MBA, ACSI, CDIF Ketua Departemen Ekonomi & Pembangunan DPP PKS dan menghadirkan dua pembicara internasional Prof. Dr. Muhammad Syukri Salleh pendiri Islamic Development Management Studies [ISDEV] – Universiti Sains Malaysia dan Prof. Dr. Murat Yulek Rektor Ostim Technical University Turki.

You Might Also Like

Mendagri Larang Kepala Daerah Keluar Wilayah

Produksi Beras Indonesia Tahun 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton

Tindak Perusahaan Perusak Kawasan Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan dan Jampidum Teken Kerjasama

Pembahasan UU ASN Berikan Solusi Bagi PNS dan PPPK

Dalam pembukaan diskusi ini FAA, yang juga merupakan mantan profesional senior di kantor pusat Islamic Development Bank (IDB), Jeddah Saudi Arabia, menyampaikan bahwa latar belakang dari pemilihan tema Making Development Work adalah karena melihat tantangan pembangunan yang dihadapi negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Berdasarkan klasifikasi International Monetary Fund (IMF), dari lebih 220 negara di dunia dewasa ini hanya 39 negara yang dapat dianggap sebagai negara maju.

Bagaimana dengan negara  yang lain? Sebagai contoh, Indonesia adalah negara yang telah merdeka sejak 1945, tetapi Indonesia masih berjuang dengan isu-isu pembangunan, dan baru saja naik kelas ke level negara berpendapatan menengah ke atas dengan pendapatan nasional per kapita sekitar US$ 4,000.

Dari kondisi demikian, FAA menyatakan bahwa kajian terkait bagaimana membuat pembangunan yang berhasil (making development work) menjadi penting. Intinya adalah bagaimana merealisasikan pembangunan yang berhasil, yang dapat mentransformasi sebuah negara menjadi sebuah negara maju dengan pendapatan per kapita yang tinggi, distribusi pendapatan yang lebih merata, pemerintahan yang melayani rakyat, fasilitas kesehatan dan pendidikan dengan kualitas yang tinggi, jaringan pengaman sosial yang kuat, infrastruktur yang sangat baik, dan lain lain.

Smiley face

Selanjutnya FAA memulai diskusi ini dengan memaparkan satu isu terkait “Islamicity Index.” Sebuah index yang pada awalnya diciptakan oleh dua professor dari George Washington University ditahun 2010. Index ini pada dasarnya mencoba mengukur level keIslamian sebuah negara yang direfleksikan dari kepatuhannya terhadap prinsip-prinsip fundamental dari Islam diantaranya seperti peluang yang sama untuk berkembang, keadilan sosial dan ekonomi, ketiadaan korupsi, aturan hukum (rule of law), menghargai martabat kemanusiaan dan kebebasan, otoritas politik yang sah, tata kelola yang baik, dan juga kontribusi kepada dunia/kemanusiaan.

FAA melihat walaupun masih ada ruang terbuka dalam penyempurnaan Islamicity Index ini, tetapi indeks ini berupaya membantu negara-negara mayoritas muslim untuk mempunyai sebuah standar yang sesuai dengan nilai-nilai Islam universal dalam kerangka memperbaiki kinerja ekonomi, hukum, tata kelola negara, hak asasi manusia, hak politik, dan kontribusi terhadap dunia dari negara-negara mayoritas muslim, yang pada akhirnya justru akan meningkatkan level pembangunan pada negara-negara muslim dan akan membuatnya setara dengan negara-negara maju yang ada sekarang.

Prof. Dr. Muhammad Syukri Salleh (MSS) dalam gilirannya mengangkat isu How to Sustain Islamic-Based Development.

Menurut MSS tema making development work dapat didekati dari dua perspektif. Perspektif ethnosentrik Barat dengan berbagai variannya (neo-classical ataupun radical theories) dan perspektif Islam (Tauhid [Aqidah], Fiqh [Shariah], dan Tasawuf [Akhlak]).

Alumnus PhD Oxford University ini menyakini bahwa sebagai seorang Muslim, Islamic-based Development (pembangunan berbasis Islam) ataupun Islamic development management (manajemen pembangunan Islam) adalah aplikasi pembangunan yang akan membawa keberhasilan (making development work).

MSS melihat bahwa kondisi dimana mayoritas negara-negara Muslim yang masih terbelakang saat ini adalah karena mereka tidak mengaplikasikan Islamic-based Development (IbD).

Presentasi terakhir disampaikan oleh Prof. Dr. Murat Yulek (MY) yang mengangkat topik “How Nations Succeed.”

Mantan ekonom IMF ini mendekati isu keberhasilan pembangunan dengan menekankan pentingnya pengembangan sektor manufaktur.

MY mengakui bahwa manufaktur adalah sebuah gagasan lama, tetapi masih tetap penting sampai sekarang.

Laporan : Fri

Post Views: 355
Previous Post

Lantik Pengurus Kadin Sultra, Rosan Perkasa Roeslani : Terus Berkontribusi Nyata untuk Daerah

Next Post

Telkomsel Pembayar Pajak Terbesar Keempat

redaksi

redaksi

Related News

Mendagri Larang Kepala Daerah Keluar Wilayah

Mendagri Larang Kepala Daerah Keluar Wilayah

by redaksi
December 10, 2025
0

TenggaraNews.com, JAKARTA - Mendagri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan surat edaran (SE) larangan kepala daerah bepergian ke luar wilayahnya....

Produksi Beras Indonesia Tahun 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton

Produksi Beras Indonesia Tahun 2025 Melonjak Tinggi 34,77 Juta Ton

by redaksi
November 4, 2025
0

TenggaraNews.com, JAKARTA – Produksi beras nasional tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dan menandai langkah besar Indonesia menuju swasembada pangan. Berdasarkan...

Tindak Perusahaan Perusak Kawasan Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan dan Jampidum Teken Kerjasama

Tindak Perusahaan Perusak Kawasan Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan dan Jampidum Teken Kerjasama

by redaksi
November 1, 2025
0

TenggaraNews.com, JAKARTA -  Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkum Kehutanan) bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) menandatangani...

Pembahasan UU ASN Berikan Solusi Bagi PNS dan PPPK

Pembahasan UU ASN Berikan Solusi Bagi PNS dan PPPK

by redaksi
October 15, 2025
0

TenggaraNews. com, JAKARTA  - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Reni Astuti menegaskan bahwa pembahasan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU...

Next Post
Telkomsel  Pembayar Pajak Terbesar Keempat

Telkomsel Pembayar Pajak Terbesar Keempat

Kuasa Hukum, Safarullah : Bukti Saham di PT TMS Bukan Hanya Akte Notaris Tapi Bukti Setor Juga

Kuasa Hukum, Safarullah : Bukti Saham di PT TMS Bukan Hanya Akte Notaris Tapi Bukti Setor Juga

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • BNI WonderX 2026 Lampau Target Transaksi, Capai Rp2,73 Triliun
  • PT IPIP Digugat soal Dugaan Penyerobotan Lahan Warga di Pomalaa
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara