TNC, KENDARI – Potensi pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai sangat luar biasa. Hal ini pula yang membuat salah satu anggota DPR RI asal fraksi PDIP, Wiryanti sukamdani mengagumi bumi anoa, dari sektor pariwisata.
Hanya saja, kata dia, destinasi wisata di Sultra belum dieksplor dan dikemas secara baik, sehingga turis baik itu domestik maupun manca negara belum banyak tahu, tentang objek-objek pariwisata yang ada di daerah ini.
“Kalau potensi wisata di Sultra luar biasa loh, dan ini harusnya bisa jadi jualan bagi pemerintah daerah, sehingga destinasi wisata yang ada bisa ramai dikunjungi,” kata anggota Komisi X DPR RI ini, saat ditemui awak media disela-sela Rakorda PDIP Sultra, Sabtu (29/7/2017).

Lebih lanjut, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPP PDIP ini menerangkan, bahwa Sultra merupakan satu dari 10 Bali baru, yang telah ditentukan oleh Kementerian Pariwisata RI.
“Tapi, Sultra itu ternyata banyak, ada Buton Selatan, Buton Tengah, Baubau, Muna dan daerah lainnya di luar Wakatobi. Potensi pengembangan sektor pariwisata di beberapa daerah tersebut sangat luar biasa pula,” terangnya.
Menurut dia, potensi pariwisata tersebut seharusnya bisa dipromosikan, dengan sistem pemasaran yang baik dan modern pula. Tentunya, hal itu harus didukung dengan SDM yang berkwalitas, dan sarana infrastruktur yang memedai pula.
“Banyak loh yang bisa dikembangkan untuk sektor pariwisata di Sultra, terutama wisata bahari, budaya dan kuliner,” ujar alumni Cornell University, Amerika Serikat Jurusan Pariwisata.
Pada dasarnya, lanjut mantan Ketua Indonesia Tourism Promotion Board periode 2011-2015 ini, dibutuhkan inovasi dalam pengembangan sektor pariwisata. Selain itu, sinergitas pemerintah pusat dan daerah juga harus terjalin dengan baik, sehingga program kepariwisitaan yang telah dicanangkan dapat terlaksana.
“Jangan main-main, kuliner di Sultra sangat luar biasa loh. Ada ikan, seafood sampai pada menu-menu tradisional, dan ini seharusnya dikembangkan dengan baik,” ungkap wanita yang akrab disapa Yanti.
Laporan: Ichas Cunge








