TenggaraNews.com, MEDAN – Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sudah dua mengalokasikan dana APBD yang jumlahnya miliaran ntuk pembangunan jembatan titi II Sicanang, namun warga hanya mendapatkan fasilitas publik berupa titi darurat.

Togu Silaen
Warga Kota Medan yang sering menggunakan titi tersebut, bertanya-tanya mengapa anggaran miliaran tak kunjung selesai pembangunan. Dinas PU terkesan mengabaikan pembangunan jembatan titi II Sicanang yang sangat vital itu.
Kini warga Sicanang mulai resah dan khawatir dengan kondisi jembatan darurat yang kekuatannya mulai diragukan.
Menyikapinya hal ini, Togu Silaen Ketua LSM Forum Masyarakat Sicanang (Formasi), berharap agar pemerintah segera membangun kembali jembatan titi II Sicanang. Bila tidak segera dibangun, ini dapat menyengsarakan sekitar 13.000 warga Sicanang.
Menurut Togu Silaen, jembatan titi II Sicanang pertama kali dikerjakan pada Oktober 2017 oleh perusahaan kontraktor PT Jaya Utama dengan pimpinan proyek Roro Susilawati. Nilai anggaran Rp 8 miliar lebih, namun belum selesai dikerjakan, ternyata pada 6 Oktober 2017 jembatan tersebut roboh.
Setelah terhenti beberapa bulan maka pembangunan dilanjutkan dengan tender ulang dan dikerjakan PT Pilaren. Akan tetapi kontraktornya merupakan orang yang sama dengan perusahaan sebelumnya. Ironisnya pada 29 Agustus 2018 jembatan amblas lagi dan dianggap human error bukan faktor alam.
Usai longsor kembali diatasi, pekerjaan kembali diteruskan. Kontraktor yang mengerjakan dengan nama berbeda yakni PT Jaya Sukses Prima dengan anggaran kurang lebih Rp.13,6 miliar. ” Namun oknum kontraktornya ternyata sama yaitu Roro Susilawati. Anehnya pada tanggal 20 Oktober 2018 jembatan kembali roboh, ” ungkap.
Laporan : Samosir
Editor : Rustam









