TenggaraNews.com, KENDARI – Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Kendari menyoroti bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, sebesar Rp 3.272.686.625 miliar yang diperuntukan kepada korban bencana alam (Banjir) di empat kabupaten dan korban konflik di Kabupaten Buton.
Organisasi kemahasiswaan ini menduga kuat ada indikasi permainan yang dilakukan Gubernur Sultra, Ali Mazi. Sebab, jumlah bantuan untuk korban konflik di Buton lebih tinggi nominalnya ketimbang korban banjir di Kabupaten Konut, Konawe, Konsel dan Koltim.
HMI Cabang Kendari mengindikasi penyerahan tersebut ada upaya kepentingan yang dilakukan oleh Ali Mazi selaku Gubernur Sultra, karena lebih memprioritaskan korban konflik dibanding korban banjir bandang di empat kabupaten yang ada di Sultra.
“Secara detail Kemensos menyerahkan bantuan untuk bantuan penanganan bencana alam di Kabuapten Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur hanya Rp 1.534.337.000. Sementara untuk bantuan konflik sosial di dua desa di Kabupaten Buton sebesar Rp 2.193.349.625. berdasarkan hal itu, nampak jelas bahwa Gubernur Ali Mazi hanya memprioritaskan Buton dibanding korban bencana alam di empat kabupaten itu,” ujar Ilham Nur Baco, Sekretaris Umum HMI Cabang Kendari Kepada awak media, Kamis 13 Juni 2019.

Mahasiswa IAIN ini juga menambahkan, pihaknya menyayangkan terjadinya kesenjangan dalam pengalokasian bantuan tersebut. Menurut Ilham, alokasi untuk korban bencana banjir seharusnya lebih diprioritaskan, karena korban konflik di Kabupaten Buton hanya skala dua desa saja.
“Kami sangat menyayangkan, seharusnya yang menjadi skala prioritas adalah masyarakat yang terkena dampak bencana banjir bandang, sesuai dengan tujuan dana tersebut sehingga bisa digelontorkan, akan tetapi bantuan dua desa pelaku bentrok lebih menjadi prioritas utama,” kesalnya.

Di sisi lain, dirinya juga sangat mengapresiasi atas bantuan yang diberikan pihak Kemensos RI atas kepeduliannya kepada masyarakat Sultra.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah diberikan oleh Kemensos, namun seharusnya Gubernur Ali Mazi bisa berkoordinasi kepada Kemensos, agar porsi anggaran bantuan itu harus lebih besar untuk korban banjir dibanding korban konflik antar warga di dua desa itu yang berada di Kabupaten Buton,” jelasnya.
“Tentu disini ada indikasi permainan di dalamnya. Dengan ini saya mengecam keras atas tindakannya yang pilih kasih beridentitas, dengan membagi dana bantuan tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” tegas Ilham.
Untuk diketahui, penyerahan bantuan bencana alam di Sultra dari Kemensos diterima secara simbolis kepada Gubernur Sultra, H Ali Mazi di Aula Korem 143/HO Kendari.
Laporan : Ikas









