TenggaraNews.com, MUNA – Bupati Muna Barat (Mubar) LM Rajiun Tumada, menghadiri undangan silaturahim masyarakat Desa Kontunaga, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kehadiran orang nomor satudi Kabupaten Mubar mendapat sambutan warga setempat.
Dalam sambutannya Rajiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kontunaga yang kerap kali menantikan kehadirannya. Namun baru kali ini terlaksana, Rabu (17/7/2019).
“Silaturahmi adalah sarana jalin cinta kasih untuk memaafkan sesama, dan saling kenal mengenal karena baginya tak kenal maka tak sayang, ” kata Rajiun.
Rajiun juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat Muna dan Muna Barat, bahwa kedua kabupaten ini adalah dua wilayah yang dipimpin oleh dua orang yang berbeda.
Tetapi dari sisi adat, budaya dan bahasa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sebagai masyarakat suku Muna yang hadir dari empat wilayah besar yaitu fatoghaerano.
Rajiun juga dalam acara itu mengungkapkan, Muna Barat yang baru berusia 4 tahun bukanlah saingan Kbupaten Muna yang telah berusia 60 tahun. Justru yang pantas jadi pemacu pembangunan adalah Kota Bau-Bau, Kolaka dan Kendari.
“Meski demikian, sarana dan prasarana Mubar juga tak kalah jauh dengan kabupaten yang dipandang dari segi umur sangat jauh berbeda, ” beber Rajiun.
Mantan Kasatpol PP Sultra itu juga menjelaskan kepada seluruh masyarakat yang hadir, mengenai informasi yang viral di media sosial, tentang opini bupati Muna Barat diundang, tapi tidak datang diacara ulang tahun Kabupaten Muna.
“Budaya kita sebagai masyarakat suku Muna adalah saling menghormati, saling menyayangi, saling membantu satu sama lain. Bukan saling menimbulkan kedengkian, bukan membuat kata-kata yang tidak benar sehingga menimbulkan permusuhan, ” jelasnya.
” Akan tetapi mari kita jadikan pertautan sebagai saudara yang tidak bisa dipisahkan, sehingga kita saling menjaga dan membantu, karena berdosa jika diundang oleh kabupaten induk diacara ulang tahun, lalu mengabaikan,” ungkapnya.
Rajiun juga menjelaskan, Desa Kontunaga berada di perbatasan Kabupaten Muna dengan Mubar. “Kalau seandainya pemerintah Kabupaten Muna membangun koordinasi dan komunikasi yang baik dengan kabupaten tetangga, maka tidak sulit untuk mengalirkan air bersih jika memang koordinasi yang dibangun bukan permusuhan yang pada akhirnya mengorbankan kebutuhan dan kepentingan rakyat,” tutupnya.
Sementara itu, Almawin ketua Garda BSB Kecamatan Kontunaga dan didampingi panglima rayon Kontunaga, Liabalano, Bungi, Lapodidi, Mabodo dan Masalili mengungkapkan kebahagiaannya melihat antusias warga.
“Sejak menjemput pak Rajiun di gerbang perbatasan adalah bukti kerinduan masyarakat akan pemimpin yang peduli dengan kebutuhan masyarakatnya. Kami sedikit iri melihat warga Mubar yang memiliki sosok pemimpin seperti pak Rajiun, ” ujar Almawin.
Menurutnya, perkembangan Mubar begitu cepat. Padahal baru beberapa tahun mekar sebagai DOB di Sultra. ” Kami harapkan pemerintah Kabupaten Muna lebih serius menyikapi kebutuhan masyarakat Kontunaga sebagai penghasil batu. Para warga setiap hari harus membanting tulang menambang batu untuk membeli air bersih. Kami tak menuntut banyak hal, cukup tangani air bersih, ” pungkasnya.
Laporan : Joni
Editor : Rustam









