TenggaraNews.com, WAKATOBI – Pekerjaan proyek jalan Desa Komala, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi dengan nilai kontrak sebesar Rp50 miliar lebih, yang dikerjakan PT. Golden Prima – Sinar Lima (GPSL) KSO memicu kecelakaan sepeda motor.
Kecelakaan tersebut disebabkan oleh hamparan minyak ter aspal jalan, pada jalur tikungan pertigaan menuju Kantor DPRD Wakatobi-Bandar Udara Matahora yang tidak diberi rambu-rambu.
Korban yang tergelincir akibat licinnya minyak ter aspal, Meli yang saat itu berkendara bersama temanya mengungkapkan, saat mengendarai motor dari arah kota menuju bandara, dirinya tidak mengetahui adanya hamparan minyak ter aspal di badan jalan sebelah kiri. Akibatnya, sepeda motor yang dikendarainya tergincir.
“Dari arah kota ke bandara tidak ada tanda-tanda, atau palang,” ungkap Meli belum lama ini.
Herdin, pengendara lainya yang juga mengalami kecelakaan di tempat yang sama menyesalkan sikap perusahaan yang mengerjakan jalan tersebut, karena tidak mengedepankan unsir kehati-hatian.
Menurut dia, seharusnya ada rambu-rambu pekerjaan sehingga pengendara bisa mengetahui adanya pekerjaan jalan yang sedang berlangsung.
Parahnya, kata dia, pekerjaan tersebut berada pada jalur tikungan yang memang tidak kelihatan dari jarak jauh.
Anehnya, pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, baru memasang rambu-rambu pekerjaan jalan dan palang pasca jalan yang sumber anggarannya berasal dari APBD Pemprov Sultra ini menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas).
Sementara itu, Hermanto sebagai penanggung jawab PT. Golden Prima-Sinar Lima KSO yang sedang berada di luar daerah mengungkapkan, harusnya ada tanda peringatan dini, namun untuk menindak lanjuti hal tersebut, Ia akan berkordinasi dengan orang lapangan.
“Setau saya itu ada, namanya itu peringatan dini, cuma orang tidak terbiasa, nanti pas dilokasi baru ada pemberitahuan. Padahal, yang betul itu harus ada peringatan dini dari jarak 200 meter. Tapi, saya tanya anggota dulu di sana biasanya itu ada,” ungkap Hermanto saat dikonfirmasi via selularnya.
Dari informasi warga sekitar, kecelakaan juga terjadi sekitar kurang lebih dua bulan yang lalau, pada penggalian deuker pekerjaan jalan itu. Akibatnyax pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan tewasnya pengendara tersebut.
Hermanto berdalih bahwa, pengendara tersebut yang jatuh dan meninggal dunia itu sedang dalam kondisi mabuk, pihaknya sudah memasang rambu-rambu dengan lengkap.
“Sepanjang ada rambu-rambu itu kita nda salah, karena tanpa ada pekerjaan pun orang sering kecelakaan di jalan. Intinya clear lah masalah itu, karena keluarganya juga kita sudah bantu,” akuinya.
Sementara itu, pihak pengawas pengerjaan jalan tersebut, dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara, hingga saat ini belum membalas konfirmasi terkait kejadian kecelakaan maupun tewasnya pengendara sepeda motor.
Laporan : Syaiful
Editor: Ikas









