Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home OPINI

Refleksi 74 Tahun Indonesia : Menanti Daerah Istimewa Minangkabau Sebagai Kado Terindah Pemerintah

Oleh: Dede Pradana Putra

Redaksi by Redaksi
August 17, 2019
in OPINI
0
Smiley face

Tanpa mengecilkan peran daerah lain, sumbangsih orang Sumatera Barat atau Minangkabau dalam merumuskan kemerdekaan Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Beberapa nama seperti Hatta, Tan Malaka, Agus Salim, Syahrir, M. Yamin merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan awal bangsa atau bahasa lainnya merupakan founding father bangsa.

Tidak hanya itu, disaat kondisi negara sedang kritis, dimana ibukota negara dikuasai oleh Belanda, Sumatera Barat merupakan daerah yang menyelematkan pemerintahan negara melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan presiden saat itu Syafrudin Prawiranegara. Jika tidak ada PDRI, maka akan terjadi kekosongan pemerintahan, lalu diambil alih lagi oleh Belanda.

Lebih lanjutnya, peran dan sumbangsih orang Minangkabau atau Sumatera Barat dalam proses sebelum hingga pasca kemerdekaan dapat dibaca dalam buku-buku sejarah pergerakan nasional. Dan tidak perlu jugalah saya menuliskannya kembali, toh tujuan saya bukan untuk bernostalgia, tapi memberi masukan kepada pemerintah pusat agar Minangkabau atau Provinsi Sumatera Barat diberikan otonomi khusus dan keistimewaan.

Terlepas dari sumbangsih Sumatera Barat dalam proses ikut terlibat melahirkan negara ini, ada satu hal yang berbeda di Sumatera Barat, yakni kebudayaan. Sama-sama kita ketahui jika suku Minangkabau memakai sistem kekerabatan matrilineal atau garis keturunan ibu. Sistem matrilineal merupakan satu-satunya sistem kekerabatan yang ada di Indonesia.

Kebudayaan Minangkabau yang lekat dengan keislaman pun menjadi ciri khas tersendiri. Hal tersebut diterjemahkan kedalam falsafah hidup orang minangkabau ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Adat Mamakai, Syarak Mangato’ yang artinya adat bersendi atau berpedoman kepada syarak (syariat islam), dan syarak (syariat islam) berpedoman kepada kitab (Al Qur’an dan Hadist), lalu adat memakai, syariat islam mengatakan atau menuliskan.

You Might Also Like

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

Smiley face

Alhasil, ada pameo yang berkembang di tataran masyarakat, yakni tidak ada orang Minangkabau yang tidak beragama islam alias semua orang minang semuanya beragama islam. Prakteknya pun telah memperlihatkan, seperti kehadiran pondok pesantren, surau (mushalla) dan masjid. Bahkan surau dijadikan sebagai pembentukan karakter islami dan sebuah kewajiban bagi anak-anak usia 7 sampai 17 tahun untuk dididik di surau.

Akibatnya, bermunculan para tokoh islam dari Minangkabau melalui proses pembentukan karakter di surau. Nama-nama seperti imam besar Masjidil Haram, Al Khatib Minangkabawi, penyebar agama islam di Sulawesi Selatan dan Aceh, Syekh Burhanuddin Ulakan dan ulama kontemporer seperti Buya Hamka, Ahmad Syafii Maarif serta banyak nama lain.

Selain itu, pemerintahan yang berlaku di Minangkabau pun ada dua, yakni pemerintahan umum dan pemerintahan adat. Pemerintahan adat di Minangkabau disebut dengan datuk sebagai ketua adat.

Nah, beberapa ciri khas atau karakteristik minangkabau seharusya membuat provinsi Sumatera Barat mendapatkan otonomi khusus, setidaknya diberikan keistimewaan oleh pemerintah pusat. Namun, sejak Indonesia merdeka hingga sekarang, keistimewaan tersebut tidak kunjung diberikan. Padahal, proses pengajuan keistimewaan sudah dilakukan sejak tahun 2002.

Saya sebagai generasi muda minangkabau mendukung upaya keistimewaan minangkabau yang bisa kita sebut sebagai Daerah Istimewa Minangkabau (DIM). Upaya mendorong DIM ini pernah saya suarakan melalui Forum Pemuda dan Mahasiswa Awak Minang tempo hari saat bertemu beberapa tokoh dari Sumatera Barat. Hanya saja, dorongan ataupun dukungan dari segenap tokoh masyarakat akan menjadi sia-sia jika pemerintah pusat tetap bergeming.

Harapan saya, di usia 74 tahun kemerdekaan Indonesia, semoga kado termanis yang diterima masyarakat Sumatera Barat adalah Daerah Istimewa Minangkabau.

 

 

 

Penulis adalah Koordinator Forum Pemuda dan Mahasiswa Awak Minang

Post Views: 218
Tags: #Daerah Istimewa Minangkabau#Opini#refleksi 74 tahun Indonesia#tenggaranews
Previous Post

Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Wakatobi, Tujuh Negara Asing Berpartispasi

Next Post

Meriahkan Hari Kemerdekaan RI, Pemuda Salju Bakal Gelar Ragam Lomba

Redaksi

Redaksi

Related News

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

Dam Haji di Tanah Air: Antara Fatwa, Pendapat Mazhab dan Rasionalitas Maqasid

by Redaksi
May 17, 2025
0

Kebijakan Kementerian Agama RI yang membuka kemungkinan penyembelihan Dam jamaah haji musim 1446 H/2025 M dilakukan di tanah air menimbulkan...

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

Hardiknas 2 Mei 2025, Optimalisasi Anggaran Pendidikan dan Penguatan SDM

by Redaksi
May 2, 2025
0

Di Hari Pendidikan Nasional 2025 ini, mari kita berhenti sejenak dari euforia perayaan, dan bertanya lebih dalam. Apakah kita benar-benar...

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

Pendidikan Widyalaya Mulai Menggeliat di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara

by Redaksi
May 2, 2025
0

Keberadaan umat Hindu di Sulawesi Tenggara (Sultra) sejak pertama kali dimulai Tahun 1968 melalui program transimigrasi pertama di Desa Jati...

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

Bukan Sekadar Bertahan : Warga Marjinal Kota Kendari Berhak atas Layanan Publik yang Adil dan Inklusif

by Redaksi
April 25, 2025
0

Di tengah gencarnya pembangunan kota dan geliat ekonomi yang makin hidup, masih ada ribuan warga Kendari yang merasa tak terlayani....

Next Post
Meriahkan Hari Kemerdekaan RI, Pemuda Salju Bakal Gelar Ragam Lomba

Meriahkan Hari Kemerdekaan RI, Pemuda Salju Bakal Gelar Ragam Lomba

Heroik!!! Bripka Nur Alim Bahri Panjat Tiang Bendera

Heroik!!! Bripka Nur Alim Bahri Panjat Tiang Bendera

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Pendiri Yayasan IAI Rawa Aopa Ungkap Fakta Penipuan Mantan Istri: Dugaan Gelapkan Uang hingga Poliandri
  • Polsek Kaledupa Dinilai Tidak Profesional Tangani Laporan Masyarakat
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara