TenggaraNews.com, JAKARTA – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kaya akan potensi Sumber Daya Alam (SDA). Sayangnya, hal tersebut tak ditunjang dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, sehingga pengelolaan potensi SDA masih ketergantungan dengan pihak luar Sultra hingga asing.
Hal inilah yang mendasari tim Amanah Sultra bersama media partner menyambangi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, untuk meminta penguatan pemerintah pusat dalam upaya peningkatan SDM di Sultra.
Rombongan tim Amanah Sultra terdiri dari Direktur amanahsultra.com, Muh. Safriansyah MS, Pimred amanahsultra.com, Ifal Chandra Moluse, SH, penasehat hukum Achmad Yani, ST.,SH.,MH, Pimred TenggaraNews.com dan jurnalis MNC serta sejumlah jurnalis media nasional.

Bertempat di lantai 11 Gedung D Kemendikbud RI, rombongan amanahsultra.com diterima langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Sesditjend GTK) Kemendikbud RI, Dr.Muhammad Qudrat Wisnu Aji bersama jajarannya.
Di hadapan Sesditjend GTK, Muh. Safriansyah memaparkan kondisi fisik sekolah disejumlah kabupaten/kota di Sultra yang sangat jauh dari kata layak. Hal ini dinilainya merupakan gambaran masih kurangnya perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Bang Andi ini juga menyinggung soal peningkatan kualitas SDM yang dinilainya masih minim. Padahal, pembangunan SDM bisa dilakukan melalui jalur formal dan non formal.
Olehnya itu, kata Andi, pihaknya telah menyusun konsep peningkatan SDM tanpa ketergantungan terhadap APBD dan APBN. Menurutnya, konsep yang ditawarkan melalui keterlibatan pihak swasta. Sebab, peningkatan SDM bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, seluruh stakeholder juga memiliki tanggung jawab untuk hal tersebut.
“Miris juga kan kita lihat. Kok daerah kita kaya akan potensi sumber daya alam, tapi tidak ditunjang dengan SDM yang berkualitas. Akhirnya, kita hanya berteriak-teriak dan protes ke pemerintah soal Tenaga Kerja Asing (TKA), tapi tak ada upaya peningkatan SDM,” ujar Andi, Kamis 23 Agustus 2019.

Kehadiran rombongan amanahsultra.com disambut baik Sesditjend GTK. Begitu pula konsep peningkatan SDM yang digagas, dinilai sangat positif dan membantu pemerintah.
Hanya saja, lanjut Wisnu Aji, kewenangan pihaknya dibatasi dengan UU otonomi daerah. Olehnya itu, pertemuan tersebut perlu ditindaklanjuti ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, yang lebih berwenang akan hal itu.
“Yah, kewenangan kami memang sudah terbatas dengan adanya UU otonomi daerah itu,” ucapnya.
Pasca pertemuan bersama Sesditjend GTK Kemendikbud RI, tim amanahsultra.com bakal menindaklanjuti arahan pemerintah pusat tersebut, dengan mengagendakan pertemuan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra dan Gubernur Sultra, Ali Mazi.
Laporan: Ikas









