TenggaraNews.com, KENDARI – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sultra memberikan pelatihan pertolongan pertama terhadap 86 mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Minggu 20 Oktober 2019.
Pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk persiapan dalam menghadapi tugas-tugas kemanusiaan atau operasi tanggap darurat bencana.
Selain itu, pelatihan itu juga untuk meningkatkan kompetensi dasar seluruh relawan agar mampu memberikan pertolongan secara profesional, sesuai standarisasi kurikulum materi yang menjadi acuan pelatihan
Dedi Arman selaku Pelatih Pertolongan Pertama PMI Sultra menjelaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam setiap operasi tanggap darurat bencana. Oleh karenanya, PMI terus meningkatkan kapasitas SDM sebagai bekal dalam menjalankan tugas kemanusiaan
“Para relawan dari generasi muda yang telah dilatih teknik pertolongan pertama tingkat dasar, nantinya akan membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan saat melaksanakan tugas kemanusiaan kedepannya,” katanya.
Dalam pelatihan itu, seluruh peserta dilatih selama 120 jam sesuai standarisasi kurikulum, untuk melakukan berbagai teknik dasar pertolongan pertama. Diantarannya teknik membuka jalan nafas, pemberian pernafasan, resisitasi jantung paru, bantuan hidup dasar dan penilaian pada korban.
“Para peserta juga dilatih untun memiliki pemahaman dasar, agar mampu menolong orang yang mengalami sakit atau cidera sebelum akhirnya dilakukan rujukan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan,” ucapnya.
Seletah menjalani seluruh rangkaian materi pelatihan dasar, selanjutnya seluruh relawan diharapkan mampu memberikan pelayanan kemanusiaan terhadap korban bencana, dan juga sebagai implementasi dari seluruh kualifikasi yang telah dimiliki selama pelatihan berlangsung.
Laporan: Ikas









