TenggaraNews.com, MUNA – Lurah Sidodadi, La Nusu dilaporkan warganya, lantaran diduga melakukan penganiayaan terhadap pelapor. Aksi kekerasan tersebut dilakukan disebuah pesat pernikahan, Kamis 24 Oktober 2019 sekira pukul 19.40 Wita.
Adapun identitas pelapor diketahui bernama Sardin (33), warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Akibat pemukulan yang dilakukan oleh Lurah Sidodadi, Sardin mengalami luka di bagian pelipis mata sebelah kanan. Menurutnya, pemukulan itu dilakukan sebanyak lima kali dengan menyasar bagian wajah. Beberapa pukulan yang dilayangkan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut sempat ditangkisnya menggunakan tangan.
“Tadi saya lagi salaman dengan beberapa orang tua di pesta, tapi tiba-tiba saya mendapat bogem mentah dari Pak Lurah hingga mengenai pelipis mataku,” ujar Sardin.
Dia menambahkan, bahwa kejadian yang menimpa dirinya besar kemungkinan akibat status yang ditulisnya di media sosial (Medsos) beberapa waktu yang lalu, sehingga Lurah Sidodadi itu nampak marah dan melaporkan dirinya di Polsek Katobu.
“Pernah dulu saya buat status hingga lurah melaporkan saya kepada pihak kepolisian. Pada saat kita mau melakukan upaya damai, tapi pak lurah tidak mau menghadirinya,” katanya
Dirinya berharap, agar pihak kepolisian bisa memproses laporannya secara hukum terkait pemukulan yang dilakukan oleh Lurah Sidodadi.
“Saya mau diselesaikan secara hukum, kalau dia mau gila, gila saja. Seharusnya dia tegur saya baik-baik apalagi di keramaian,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Sidodadi, La Nusu saat dihubungi via telepon mengatakan, bahwa pemicu perkelahian tersebut akibat korban menulis status yang membuat dirinya mengambil tindakan spontan yang berujung saling pukul.
“Bagaimana tidak terjadi perkelahian, statusnya sepertinya ditujukan kepada saya dia bilangkan saya anjing, pencuri, penipu di Group FB Wuna Forum, kemudian diajak singel (duel) saya,” ucapnya.
La Nusu menambahkan, apa yang disampaikan oleh Sardin tentang penganiayaan terhadap dirinya adalah salah besar. Namun, yang terjadi sesungguhnya adalah perkelahian satu lawan satu.
“Saya tidak menganiaya dia, tapi kita berkelahi. Dan saya akan melaporkan juga dirinya kepada pihak kepolisian. Saya juga kan mengalami luka,” tutupnya.
Laporan: Phoyo









