TenggaraNews.com, KENDARI – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sudirman menyoroti proyek rehabilitasi kawasan eks. MTQ Kendari. Pasalnya, pekerjaan yang menghabiskan anggaran ratusan miliar itu terkesan dikerja asal-asalan.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyayangkan sikap Pemprov Sultra yang cenderung melakukan pembiaran sehingga tidak ada perhatian pemerintah. Akibatnya, kondisi sejumlah titik di kawasan tersebut nampak rusak parah.
Dia menyebutkan, salah satu titik yang paling nampak kerusakannya adalah pada bagian bangunan tugu persatuan. Berdasarkan pantauannya sangat meninjau kawasan tersebut, kondisi bangunannya masih nampak sembrawut dan kotor.

Lebih lanjut, Sudirman menjelaskan, tumpukan sisa bahan bangunan tampak pada bagian lantai. Selain itu, plafon juga nampak bocor dan potongan tehelnya miring-miring. Hal itu semakin menguatkan dugaan jika bangunan tersebut dikerjakan dengan asal-asalan.
Sudirman sangat menyayangkan melihat kondisi kawasan yang menjadi salah satu icon Bumi Anoa itu. Apalagi, proyek itu masih terbilang baru, karena dikerjakan pada 2019 lalu.

“Saya sudah tinjau di tugu persatuan. Bangunan yang bagian bawahnya itu rusak parah. Padahal, proyek itu menghabiskan anggaran ratusan miliar. Sangat disayangkan pemerintah terkesan tak ada perhatiannya,” ujar pria yang populer dengan sapaan Imenk itu, Jumat 7 Februari 2020.

Sudirman menambahkan, pemandangan lain yang juga ditemukan adalah tumpukan sampah yang mewarnai drainase, bunga-bunga yang ditanam juga nampak mati karena tidak disiram. Justru rumput liar yang tumbuh.
Olehnya itu, Komisi III DPRD Provinsi Sultra akan memanggil instansi terkait untuk meminta penjelasan terkait kondisi asset Pemprov tersebut.
“Kami juga meminta gubernur untuk melihat hasil pekerjaan, nanti didampingi oleh Komisi III,” tambahnya.
Sudirman juga menegaskan, agar Gubernur Sultra tak hanya melihat pekerjaaan yang smentara dikerjakan, tapi yang telah dikerjakan juga mesti diperhatikan.
Laporan: Ikas









