TenggaraNews.com, WAKATOBI – Wa Ode Samuni (63), warga Kelurahan Mandati I, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, hanya mampu duduk terdiam dan menangis di depan pintu Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wakatobi.
Kepada jurnalis TenggaraNews.com, Wa Ode Samuni menceritakan keadaanya. Ia tinggal bersama suaminya dan empat orang anaknya, tiga diantaranya laki-laki dan satunya perempuan.
Untuk menghidupi keluarganya, Wa Ode Samuni hanya menjual pinang dan gambir setiap paginya di Pasar Sentral Kabupaten Wakatobi.
Dengan menggunakan sandal jepit serta baju dan sarung kusam, dipadu padankan jilbab berwarna coklat, nenek Samuni sesekali mengusap air mata di wajahnya. Ia datang dengan harap diberikan bantuan dari pemerintah ditengan pandemi Covid-19.
“Kenapa kasian orang orang-orang miskin lainya itu dapat bantuan, kenapa saya ini tidak. Katanya orang, kita datang di sini bawa Kartu Keluarga,” ucap Wa Ode Samuni dengan bahasa daerah sambil mengangkat kedua tangan mengusap air matanya, Jumat 15 Mei 2020.
Ia juga menyampaikan, bahwa dirinya sudah pernah ke Kantor kelurahan Mandati I, hanya saja diperintahkan untuk ke Dinas Sosial (Dinsos). Namun, setibanya di kantor Dinsos, Ia kembali diperintahkan ke Kantor Kelurahan.
Wa Ode Samuni hanya berharap, suatu kelak nanti dikehidupan yang akan datang, tak ada lagi orang miskin sepertinya, hingga tak perlu lagi memohon bantuan pemerintah, tetapi justru memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.
Pada saat yang bersamaan, pihak media belum bisa mengkorfirmasi Kepala Dinas Sosial. Karena Kadis Sosial sedang tidak berada di kantor.
Sementara itu, Lurah Mandati 1, La Evi mengungkapkan, Bantuan Sosial Tunai (BST) dari kementrian sudah selesai dengan kuota sebanyak 103 penerima di wilayah yang dipimpinnya itu. Sementara warga miskin terdampak Covid-19 yang tak terakomodir akan disetor nama-namanya ke Dinas Sosial.
“Yang tidak tercover di BST ini ada perintah dari Dinsos, menyurat ke camat dan diteruskan ke lurah, untuk melakukan pengumpulan KK bagi mereka yang belum mendapatkan bantuan sosial dri pemerintah. Batasnya itu sampai kemarin, jam empat sore,” ungkap Lurah Mandati I.
Untuk itu, La Evi berharap, dengan adanya keringanan bantuan yang diberikan oleh pemerintah, disaat pandemi Corona saat ini, betul-betul tersalurkan secara bijaksana dan tepat sasaran kepada meraka yang layak menerima sebagaimana mestinya.
Laporan : Syaiful









