TenggaraNews.com, KOLAKA – Sungai Landaka yang terletak di perbatasan Desa Popalia dan Desa Pewisoa Jaya, Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak menjadi heboh diperbincangkan.
Bahkan sungai ini kini mulai diserbu warga sekitar. Apa pasal? Warga menemukan serbuk emas saat tanah bercampur bebatuan didulang secara tradisional.
Wargapun berdatangan mendulang emas. Pemandangan ini terlihat pada hari Minggu, 7 Juni 2020 pada sore hari.
Untuk menuju ke lokasi tersebut, warga harus melewati jalan yang cukup ekstrim, menyeberangi 4 sungai dengan jarak tempuh sekitar 11 Kilometer dari pusat Kecamatan Tanggetada.

Menurut informasi dari warga sekitar, aktivitas pendulangan emas di sungai tersebut sudah berlangsung sejak sebulan terakhir dengan mengunakan peralatan seadanya. Warga sekitar mencoba peruntungan Untuk mendapatkan logam mulia tersebut.
Warga sekitar sengaja merahasiakan hal tersebut, agar tidak ramai dikunjungi warga dari daerah lain. Namun informasi dari mulut ke mulut membuat warga dari luar kecamatan saat ini mulai berdatangan untuk mendulang di Sungai Landaka.
Bahkan sebagian dari mereka menggunakan mesin untuk membantu proses pendulangan emas
Sarifuddin salah seorang pendulang yang merupakan warga Desa Pewisoa Jaya saat ditemui di lokasi mengatakan jika dirinya sudah 1 bulan melakukan aktifas mendulang emas.
” Sejak bulan puasa saya di sini. Alhamdulillah setiap hari kami dapat 3 kaca,” kata Sarifuddin.
Menurutnya, dirinya terpaksa harus mendulang akibat himpitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.
Sementara itu salah seorang warga kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka Adnan mengatakan, sengaja datang ke Sungai Landaka setelah mendapat informasi dari rekannya sejak dua minggu lalu.
Dengan menggunakan mesin penyedot. Adnan bisa mendapat serbuk emas 3 hingga 4 kaca sekali mendulang. Meski tidak terlalu banyak, namun ada juga warga yang beruntung mampu mendapatkan 3 hingga 7 gram perhari.
“Kita bisa dapat serbuk emas 3 hingga 4 kaca sekali mendulang, tapi ada juga warga yang beruntung dapat 3 sampai 7 gram perhari,” ucapnya.
Lanjutnya meski ada yang mengunakan mesin, namun tidak sedikit yang bermodal peralatan seadainya, seperti skop, wajan hingga karpet, demi mendapat logam mulai yang bernilai ratusan ribu tersebut.
“Ya kita pakai alat seadainya seperti skop wajan sampai karpet kita pakai untuk mendulang,” tutup Adnan.
Laporan : Deri









