TenggaraNews.com, KONAWE – Pembangunan jembatan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Padangguni, Kabupaten Konawe yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap III tahun anggaran 2019, dengan total anggaran Rp180 juta hingga sampai saat ini belum dikerjakan.
Kepala Desa Mekar Jaya, Muh. Saleh Dg Rate mengatakan, pembangunan jembatan itu belum dikerjakan karena terkendala berbagai hal, seperti kondisi alam yang tidak memungkinkan karena saat ini musim penghujan. Apalagi, lokasi pembangunan jembatan merupakan daerah pembuangan air yang letaknya berada di tengah-tengah persawahan.
“Debit air yang tidak turun-turun, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pekerjaan pembangunan jembatan,” ujar Kades Mekarjaya saat ditemui wartawan TenggaraNews.com, Jumat 12 Juni 2020.
Lebih lanjut, dia menyebutkan, bahwa pencairan DD tahap III sudah terealisasi kalau pada 28 Desember 2019 lalu, dan sampai sekarang sudah terhitung enam bulan pekerjaan jembatan belum dikerjakan, karena masih ada pekerjaan saluran air (drainase) tahap II anggaran 2019 sepanjang 50 meter.
“Sebenarnya kalau tidak ada pekerjaan saluran air (drainase) pembangunan jembatan sudah lama selesai, namun karena setelah dilakukan pengukuran oleh Inspektorat, ternyata masih ada yang kurang sekitar 38 meter sehingga dicukupkan sampai 50 meter, makanya saya lanjutkan lagi pekerjaannya,” ungkapnya.
Kades Mekarjaya memastikan, jika pekerjaan drainase sudah rampung, maka pihaknya akan langsung memfokuskan untuk mengerjakan jembatan. Namun, kondisi alam tidak memungkinkan, sehingga pembangunan jembatan tertunda lagi.
“Semua material sudah berada di lokasi pembangunan jembatan, ada juga yang masih disimpan di luar area, karena mobil tidak bisa masuk di lokasi tersebut,” jelasnya.
Jadi, kata dia, jika ada masyarakat yang beranggapan bahwa dirinya melalaikan pekerjaan pembangunan jembatan, maka itu tidak benar.
Sebab, dirinya tidak ada niat untuk tidak mengerjakannya, hanya karena kondisi alam saja sehungga terkendala. Untuk pekerjaan pada 2019, sisa proyek jembatan yang belum dkerjakan.
“Insha Allah dalam waktu 10 hari kedepan, jika tidak ada halangan, pembangunan jembatan ini akan kami mulai kerjakan, karena saat ini petani yang ada di Kecamatan Padangguni sudah mulai mentraktor sawahnya masing-masing untuk penanaman padi baru lagi, Artinya, kebutuhan air untuk sawah cukup banyak dan debit air yang melalui saluran pembuangan air tersebut akan mengalami penurunan,” katanya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Konawe, Keniyuga Permana mengatakan, bahwa persoalan realisasi pekerjaan tahun anggaran 2019 masih ada beberapa desa yang belum menyelesaikan ketunggakannya, termasuk Desa Mekarjaya.
Untuk itu, lanjutnya, jika tidak ada halangan, selesai pengurusan BLT-DD pihaknya berencana akan melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terkait kegiatan pembangunan di desa se-Kabupaten Konawe.
“Dan kalaupun nantinya ada temuan yang belum direalisasikan anggaran tahun 2019, maka kami peringatkan secara tegas agar segera melakukan perbaikan apa yang menjadi tanggung jawab desa itu sendiri. Namun, apabila tidak diindahkan dengan baik, maka kami akan merekomendasikan kepada Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan, khusus terhadap desa-desa yang sulit diperbaiki,” tegasnya.
Laporan : Helny Setyawan









