TenggaraNews.com, KENDARI – Jangan ada pejabat mencari uang dalam karung di tengah merebaknya pandemik Covid-19, dengan modus memberikan bantuan (bansos) atas nama pribadi, lalu di karung beras atau di dos diberi label tanda gambar dan nama pejabat tertentu.
“Jika menemukan hal seperti itu, maka saya sarankan KPK harus turun melakukan penyelidikan dari mana sumber bantuan yang diberikan itu. Jangan sampai sumbernya tidak jelas, ” kata Arbab Paproeka, mantan anggota DPR RI Dapil Sultra, Sabtu 18 Juli 2020.
Politisi PAN ini, mengingatkan masyarakat Sultra, bila ada pejabat negara yang memberikan bantuan atas nama pribadi, itu patut dipertanyakan sumber dananya.
“Apalagi kalau bantuan itu diberikan atas nama pribadi. Jangan-jangan anggaran negara tapi mengatasnamakan pribadi atau keluarga,” tegasnya melalui saluran seluler.
Pemimpin semacam ini, menurut Arbab, sudah menipu rakyatnya. Dan tidak layak dipilih lagi ke depan, bila mau maju menjadi calon gubernur Sultra ke depan.
“Justru pejabat semacam ini, saya anggap pejabat yang mencari makan dalam karung. Mengatasnamakan bantuan sosial dari pribadi, padahal mungkin uang negara yang dipakai,” terangnya.
Statemen ini dikemukakan Arbab, setelah menyimak adanya pejabat di Sultra yang dinilai tidak pantas menyalurkan bantuan tapi diberi tanda gambar. Misalnya Gubernur Sultra, Ali Mazi memberi tanda gambar di karung beras untuk bantuan sosial (Bansos). Kemudian bantuan tersebut atas nama pribadi.
Lalu ada lagi Bupati Konawe, Kerry Saiful Konggoasa yang sudah keliling memberikan bantuan sosial atas nama pribadi dan keluarga. Bansos tersebut diberikan kepada warga Kelurahan Tumpas, Inolobunggadur, Puunaha pada awal Mei 2020.
Setelah itu, Kerry juga menyalurkan bansos di Kota Kendari juga atas nama pribadi. Kerry juga memberikan bantuan 500 ton ke wilayah Kepulauan di Sultra.
“Bantuan sosial semacam ini sangat baik, terutama bagi warga yang terdampak pandemik Covid-19. Hanya saja perlu kita pertanyakan, dari mana sumber dananya. Kalau atas nama pribadi, KPK perlu turun langsung menyelidikinya,” kata Arbab yang kini menjadi pengacara di Jakarta.
Secara pribadi, kata Arbab, sangat kenal dengan sosok Ali Mazi dan Kerry Syaiful Konggoasa. “kedua pejabat ini saya kenal, Pak Ali Mazi latar belakang lawyer. Keduanya saya kenal,” tutupnya.
Laporan : Rustam









