TenggaraNews.com, MUNA – Mantan Sekretaris Jendral Badan Ekslusif Mahasiswa (BEM) Universitas Haluoleo, Umul Loga menyayangkan sikap pemerintah Kabupaten Muna yang mengabaikan akses jalan menuju pasar dan pelabuhan Tampunabale, Kecamatan Pasikolaga. Kondisi jalan rusak cukup parah, namun tidak ada upaya untuk membenahi.
Akibat dari kerusakan tersebut warga bersama Masyarakat Pecinta Rajiun (MPR) melakukan kerja swadaya, menyisihkan uang dan tenaga dalam perbaikan jalan, agar dapat di akses oleh warga sekitar.
“Jalan ini sangat penting untuk diperbaiki sebab pasar merupakan sentra utama dalam perputaran ekonomi di suatu wilayah,” ungkap Umul Loga, Rabu 29 Juli 2020.
Seandainya kata dia, jika pemerintah Kabupaten Muna lebih bijak dalam mengelola anggaran APBD, apalagi dengan tidak membuang percuma anggaran untuk penimbunan laut, tentu masyarakat tidak perlu lagi dibebankan dengan urusan perbaikan jalan.
Sebagai warga, dirinya mempertanyakan letak keberpihakan pemerintah terhadap rakyat. Sebagai representasi dari negara, seharusnya pemerintah Kabupaten Muna wajib menjalankan pembangunan secara adil dan merata.
“Masa kota Raha lautnya saja yang ditimbun, sedangkan kami warga pesisir dibiarkan mandi lumpur setiap kali musim penghujan tiba,” tutupnya.
Laporan : Phoyo









