TenggaraNews.com, WAKATOBI – Akibat ulah mafia minyak di Wakatobi, disinyalir kuat ada sekitar ribuan pengecer BBM subsidi menjamur di Kabupaten Wakatobi.
Parahnya, BBM subsidi tersebut, harus dibeli oleh masyarakat dengan harga Rp.10.000 per liter, padahal harga sebenarnya yang ditetapkan oleh pemerintah hanya sebesar Rp. 6.450.
Hal tersebut, diduga diakibatkan ulah mafia yang belum diketahui siapa pelakunya.

Dari penelusuran yang dilakukan, awak media TenggaraNews.com, terdapat ada pengecer besar dan pengecer kecil.
Pengecer besar yang dimaksudkan oleh penelusur adalah pengecer tangan pertama yang langsung mengambil dari Pihak SPBU Kompak.
Sementara pengecer kecil, yaitu pengecer yang mengambil BBM subsidi dari dari pengecer besar atau sudah menjadi tangan ketiga dari SPBU Kompak yang ada di Wakatobi.
Investigasi yang dilakukan awak media TenggaraNews.Com, salah seorang pengecer kecil di Wangi-wangi Selatan yang sudah delapan tahun menjadi pengecer dan tidak mau disebutkan namanya mengatakan, ia bisa menjual sekitar 60 liter perhari.
“Kalau kami ini ambilnya ditangan kedua, tergantung permintaan saja, nanti laku baru kita bayar, lalu dalam satu minggu itu biasanya sekitar 60 liter sambil,” ujarnya sambil menunjuk jerigen ukuran 20 Liter, Kamis,10 September 2020.
Penelusuran diteruskan ke Kecamatan Wangi-wangi. Salah satu pengecer besar, mengatakan pihak SPBU langsung mengantarkan ke alamatnya. “Dalam satu hari itu kita bisa laku 10 jerigen,” katanya.
Sementara itu, pihak SPBU yang bersangkutan, saat di konfirmasi awak media, lansung mematikan sambungan telepon.

Rata-rata, pengecer yang ditelusuri tidak berani menyebutkan harga pembelian baik itu pengecer besar maupun pengecer kecil.
Sementara dari pantaun Awak media ini, SPBU Kompak yang ada di Wakatobi selalu dalam kondisi tertutup dan tidak melayani.
Laporan : Syaiful









