Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami
No Result
View All Result
Tenggara News
No Result
View All Result
Home Daerah

Penyaluran RTLH Sarat Nepotisme, Kades Andoluto Disoroti Warganya

Redaksi by Redaksi
October 13, 2020
in Daerah
0
Realisasi program RTLH di Desa Andoluto, Kecamatan Latoma disoroti warga, karena diduga sarat nepotisme.

Realisasi program RTLH di Desa Andoluto, Kecamatan Latoma disoroti warga, karena diduga sarat nepotisme.

Smiley face

TenggaraNews.com, KONAWE – Realisasi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Andoluto, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe diduga sarat nepotisme. Bagaimana tidak, mayoritas penerima manfaat merupakan pendukung Kepala Desa (Kades) Abdul Hakim saat Pilkades lalu.

Parahnya lagi, warga yang menerima bantuan perumahan yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2020, yang menelan anggaran senilai Rp251.777.900 dengan volume 12 unit itu diduga diberikan kepada masyarakat yang sudah pernah menerima bantuan serupa pada 2018 lalu.

Padahal, masih banyak warga yang belum pernah mendapatkan bantuan perumahan itu, dan layak untuk menerima bantuan tersebut, namun justru tak diakomodir pihak pemerintah desa.

Dari total alokasi anggaran Rp251.777.900, estimasi dana yang disalurkan ke penerima manfaat tak semuanya sama nominalnya, melainkan diberikan sesuai kebutuhan warga. Adapun mekanisme penyalurannya, penerima bantuan hanya menerima material sesuai kebutuhan yang sudah dibelanjakan oleh KPA, dengan ketentuan ukuran rumah seluas 7×9 meter.

Beberapa warga yang kondisi rumahnya masuk dalam kategori tak layak huni mengeluhkan kebijakan Abdul Hakim itu. Sebab, Kades dinilai tak adil dalam merealisasikan bantuan perumahan tersebut.

You Might Also Like

Kapal Penumpang KM. Napoleon Turunkan Penumpang di Pelabuhan Ilegal

Konflik Agraria di Landono, Tanah Bersertifikat Tahun 1982 Disuruh Bayar Sampai 17,5 Juta

Heboh Smelter di Routa, Kades Lalomerui : Warga Justru Rasakan Dampak Nyata Investasi Saat Ini

Kopdes Merah Putih Dirusak, Kepala Desa Laporkan Pelaku di Polres

Jamal Uki merupakan salah satu warga Desa Andoluto yang tak menerima bantuan tersebut. Kepada Kiatnews.id, Ia mengeluh tak pernah menerima bantuan perumahan itu, sedangkan warga lainnya sudah kali kedua diberikan.

Padahal, kata dia, tim verifikasi desa sudah pernah mengunjungi kediamannya untuk melakukan verifikasi kelayakan hunian calon penerima RTLH. Anehnya, setelah anggaran DD turun, malah orang lain yang diberikan.

“Yang lain ini sudah pernah menerima. Sudah dua kali mi. Selama ini saya belum pernah menerima,” katanya, saat ditemui di kediamannya, Senin (12/10/2020).

Untuk itu, Ia berharap pemerintah desa dapat memperhatikan warganya, dan dapat mendahulukan yang skala prioritas dengan mengacu pada kondisi fisik hunian serta belum sama sekali menerima bantuan.

“Harapan saya, kalau ada bantuan seperti ini, yah tolong juga kami dibantu,” harapnya.

Warga lainnya, Sumanto juga menyampaikan keluhan yang sama kepada Kiatnews. Dirinya menyayangkan sikap kepala desa yang terkesan arogan, karena diduga telah melakukan perubahan rencana kerja pemerintah desa (RKPDes) tanpa melalui musyawarah desa (Musdes).

“Beberapa pekerjaan yang dia laksanakan (kepala desa) tidak sesuai dengan hasil musyawarah bersama masyarakat. Hasil musyawarah kami kan itu bantuan seng dan material lantai rumah, dan semua kepala keluarga harus mendapatkan bantuan itu. Tapi, yang direalisasikan justru RTLH sebanyak 12 unit,” bebernya.

Smiley face

Menurutnya, bantuan itu seharusnya diberikan kepada masyarakat yang kondisi huniannya skala proiritas dan belum pernah mendapatkan. Akan tetapi, hal itu diberikan kepada mereka yang sudah pernah mendapatkan bantuan pada 2018 lalu.

Selaku tokoh masyarakat, Ia mewakili masyarakat menyampaikan aspirasi kepada pihak pengawas dana desa, agar sekiranya dapat diperhatikan dan melakukan evaluasi sebaik-baiknya terhadap berbagai program di Desa Andoluto.

“Kami sudah cukup ditindas oleh pemerintah desa, dalam hal ini kepala desa yang tidak menuruti apa yang kami usulkan dan apa yang telah kami sepakati bersama melalui Musdes,” ucapnya.

Di tempat berbeda, Dede juga menyebutkan, bahwa dari 12 penerima manfaat bantuan tersebut, terdapat dua orang yang merupakan warga dari desa lain. Sehingga Ia mengaku heran dengan keputusan kepala desa itu.

“Ya, kecewa lah. Warga dari desa lain dikasih bantuan itu, sementara saya yang warga di desa ini justru tidak dapat,” tegasnya.

Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Andoluto, Abdul Hakim menganggap sorotan tersesebut adalah fitnah yang sengaja dialamatkan kepadanya.

“Menurut saya, apa yang saya laksanakan, sudah itu yang layak. Adapun keluhan-keluhan masyarakat, saya sudah sampaikan pada saat musyawarah desa sampai musyawarah usulan, Insya Allah bagi yang tidak kebagian ini tahun, berdoa untuk tahun depan. Tidak mungkin dalam satu tahun itu anggaran semuanya mau di RTLH,” katanya.

Ditanya soal tolak ukur dalam menentukan penerima bantuan tersebut, Ia menyebutkan, bahwa loyalitas adalah hal utama baginya. Sehingga Abdul Hakim menilai, bahwa 12 penerima RTLH merupakan bagian dari masyarakat yang loyal padanya.

“biar pekerjaan saya pribadi, kalau disuruh mereka mau kerjakan (loyal),” tambahnya.

Dia juga mengakui jika sudah mendengar informasi terkait realisasi bantuan serupa pada 2018 lalu, yang juga sudah diterima oleh penerima manfaat yang sama.

“Hanya bahasa-bahasa burung (informasi penerima program RTLH pada 2018 lalu),” ucapnya.

Menurutnya, penerima bantuan tersebut tergantung kebijakan dari dirinya selaku kepala desa, kepada siapa bantuan itu akan diberikan.

“Tergantung dari kepala desanya, kita olah saja bagaimana,” ujarnya.

 

 

Laporan: Aka

Post Views: 212
Tags: Desa AndolutoProgram RTLHsarat nepotisme
Previous Post

Soal Potensi Ekonomi Lalembuu, Surunuddin Dangga dan Rasyid Berikan Perhatian Khusus

Next Post

Ketua DPC PDIP, Afif Darvin : Pjs Bupati Butur Jangan Bengkok-bengkok Jalankan Tugas

Redaksi

Redaksi

Related News

Kapal Penumpang KM. Napoleon Turunkan Penumpang di Pelabuhan Ilegal

Kapal Penumpang KM. Napoleon Turunkan Penumpang di Pelabuhan Ilegal

by Redaksi
April 13, 2026
0

TenggaraNews. com, WAKATOBI - Kapal penumpang KM. Napoleon dengan trayek Kendari - Wd. Buri - Wanci dan sebaliknya, dinilai melakukan...

Konflik Agraria di Landono, Tanah Bersertifikat Tahun 1982 Disuruh Bayar Sampai 17,5 Juta

Konflik Agraria di Landono, Tanah Bersertifikat Tahun 1982 Disuruh Bayar Sampai 17,5 Juta

by Redaksi
April 11, 2026
0

TenggaraNews. com, KONAWE SELATAN– Konflik agraria di Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki babak baru...

Heboh Smelter di Routa, Kades Lalomerui : Warga Justru Rasakan Dampak Nyata Investasi Saat Ini

Heboh Smelter di Routa, Kades Lalomerui : Warga Justru Rasakan Dampak Nyata Investasi Saat Ini

by Redaksi
April 11, 2026
0

TenggaraNews. com, KONAWE - Program perbaikan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 45 kilometer di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi...

Kopdes Merah Putih Dirusak, Kepala Desa  Laporkan Pelaku di Polres

Kopdes Merah Putih Dirusak, Kepala Desa Laporkan Pelaku di Polres

by Redaksi
March 27, 2026
0

TenggaraNews. com, BUTENG - Sinakaria Kepala Desa (Kades) Polindu, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), resmi melaporkan sejumlah oknum yang...

Next Post
Ketua DPC PDIP, Afif Darvin : Pjs Bupati Butur Jangan Bengkok-bengkok Jalankan Tugas

Ketua DPC PDIP, Afif Darvin : Pjs Bupati Butur Jangan Bengkok-bengkok Jalankan Tugas

Kinerjanya Terbukti, Tokoh Adat di Tinanggea Ajak Warga Dukung SUARA

Kinerjanya Terbukti, Tokoh Adat di Tinanggea Ajak Warga Dukung SUARA

Trending News

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

Korban Meninggal Bertambah, Mahasiswa Teknik Hembuskan Nafas Terakhir Usai Operasi

September 27, 2019
Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

Ayah Randi: Kasihan Anaku, Saya Pikir Dia yang Akan Mandikan Jenazaku

September 27, 2019
Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

Tiba-tiba Dicerai Istri, Suami Milyarder di Wakatobi Jadi Melarat

September 17, 2019

About

The best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc.

Categories

  • ADVETORIAL
  • crime & Justice
  • Daerah
  • Education
  • Ibukota
  • Kombis
  • Komunitas
  • Kongres PAN
  • Nasional
  • News
  • Operation
  • OPINI
  • Opinion
  • Perempuan dan Anak
  • Politic
  • Politika
  • Ramadhan Story
  • TNC Edukasi
  • TNC Health
  • TNC Inspiration
  • TNC Sportainment
  • TNC TV
  • Uncategorized
  • Veteran

Tags

#Ali Mazi #Asrun #Basarnas #Bombana #Demo #DPR RI #Gerindra #Golkar #Hugua #Jakarta #Jakarta Barat #Kendari #Kolaka #Konawe #Konkep #Konsel #konut #Korupsi #KPU #Kriminal #Muna #Narkoba #Opini #Pariwisata #PDIP #Pemkot #Pilcaleg #Pilgub #Pilgub Sultra #Politik #Polres #polres muna #Rusda Mahmud #Sjafei Kahar #Sultra #Tambang #Teguh Setyabudi #tenggaranews #Tenggaranews.com #TNI #VDNI #Wakatobi Dr Bahri Pemda Mubar Virus Corona

Recent Posts

  • Polsek Kaledupa Dinilai Tidak Profesional Tangani Laporan Masyarakat
  • Usut Penyebab Kematian Baim, Polisi Periksa 4 Orang Saksi
  • Purchase Now
  • Features
  • Demos
  • Support

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Politika
  • Nasional
  • Kombis
  • OPINI
  • TNC Inspiration
  • ADVETORIAL
  • Redaksi
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Peraturan Dewan Pers
    • Redaksi
    • Tentang Kami

© 2022 Tenggara News – Portal Media Online Sulawesi Tenggara