TenggaraNews.com, KONAWE UTARA – Masyarakat Desa Molore Pantai, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersyukur, atas sumbangan dana dari PT Tiran Group untuk pembangunan Masjid Wastabiqul Khairat.
Jamaluddin tokoh masyarakat (Tomas) Desa Molore Pantai, mengungkapkan, sejarah pembangunan masjid tersebut. Katanya, sejak mewabahnya Covid-19, masyarakat Desa Molore Pantai sudah musyawarah untuk membangun masjid baru ini, dengan uang yang dikumpulkan melalui talih asih.
“Disitu mulai kami lakukan pembangunan secara bertahap, mulai dari pondasi. Sambil berjalan, kita masukkan proposal di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah kita,” tuturnya sebagaimana dilansir dari laman Penasultra.com.
Estimasi anggaran untuk membangun masjid ketika itu, mencapai Rp 2 Miliar. Namun setelah dibuatkan master plan, bertambah menjadi Rp 2,4 Miliar.
“ Setelah proposal berjalan, PT Tiran lebih dulu memberikan sumbangsih untuk pembangunan masjid. Sebagai masyarakat desa kami sangat berterima kasih kepada PT Tiran yang telah membantu dalam percepatan dan bantuan kepada masjid kami,” ujarnya sembari menambahkan agar perusahaan PT Tiran terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, sebelum membangun smelter.
Sementara itu, Aswar Kepala tukang pembangunan Masjid Wastabiqul Khairat, menjelaskan sejak masuknya bantuan pada bulan Juni 2021 dari PT Tiran Group, langsung melaksanakan tahapan pembangunan.
“Kami langsung datang bekerja melakukan penyusunan batu, dengan memakai tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Apabila lanjut Aswar, jika masjid rampung, ini merupakan salah satu masjid yang termegah di Kabupaten Konawe Utara, karena sampai saat ini belum ada yang mendirikan masjid megah seperti ini.
“Estimasi pekerjaan akan kita selesaikan dalam kurun waktu selama 6 bulan dengan melihat kondisi cuaca saat ini,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Desa Molore Pantai, Hajar, mengatakan setiap hari ia bersama panitia turun memantau untuk melihat langsung kegiatan pembangunan masjid Wastabiqul Khairat.
“Seminggu bantuanya turun langsung terlihat pembangunannya dengan progressnya, Insya Allah, secepatnya akan diselesaikan dan kami target 6 bulan sudah harus diselesaikan,” kata Hajar.
Harapan kami nantinya kepada PT Tiran, sebelum mereka mulai pembangunan smelter, agar diadakan sosialisasi, pasalnya perusahaan ada dampak sosialnya, sistem pemberdayaan yang harus jelas, bantuan sosial, CSR, komdevnya bagaimana.
“Kami sangat berterima kasih serta mensupport mereka, karena dengan adanya pabrik ini akan berdampak yang sangat luar biasa nantinya,” tambahnya.
Diketahui sejak mekarnya Molore Pantai tahun 2015 dengan definitif tahun 2017, Molore Pantai saat itu belum memiliki masjid dan hanya menggabung di Desa Molore induk.
Laporan : Rustam









