TenggaraNews.com, KENDARI – Program dan kebijakan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam menciptakan lapangan pekerjaan belum berhasil. Hal ini nampak dengan meningkatnya angka pengangguran secara signifikan, akibat sulitnya mencari lapangan pekerjaan.
Berdasarkan data yang diliris Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, hingga Agustus 2017 jumlah pengangguran mencapai 39.631 orang, hal ini mengalami peningkatan hingga 5.555 orang dalam satu tahun terakhir ini.
Kepala BPS Sultra, Atqo Mirdiyanto menerangkan, meningkatnya angka pengangguran di Sultra disebabkan karena masih sulitnya para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan.
“Sampai Agustus 2017, yang bekerja hanya berjumlah 1.160.974 orang. Angka itu berkurang dari tahun sebelumnya, berkurang sampai 58.574 orang,” bebernya.
Atqo menambahkan, tahun ini angka pengangguran terbuka naik menjadi 3,30 persen. Angka ini naik jika dibandingkan Agustus 2016 lalu, yang hanya berada 2,27 persen. Berbagai kebijakan terkait penciptaan lapangan pekerjaan tampaknya belum berhasil menekan tingkat pengangguran.
Hal itu ditunjukkan oleh angka tingkat pengangguran terbuka ata (TPT), yang apabila diamati dari pergerakannya, TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan di pedesaan. Pada Agustus 2017, TPT di perkotaan mencapai 5,46 persen, sedangkan di pedesaan hanya 2,23 persen.
“Persentase TPT tahun ini memang mengalami peningkatan, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Masing-masing mengalami peningkatan sebesar 1,51 persen poin dan 0,10 persen poin. Ini menjadi suatu masalah yang krusial. Pemerintah harus mencari solusi untuk bagaimana menekan pengangguran supaya berkurang,” pungkasnya.
Laporan: Muhamad Isran
Editor: Ikas Cunge









