TenggaraNews.com, KONAWE – Sebanyak 18 aparatur desa seKecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti pelatihan Sistem Informasi Desa (SID) di salah satu hotel di Kota Kendari, dengan tagline “Digitalisasi Desa Mewujudkan Transformasi Menuju Indonesia Maju.”
Kegiatan pelatihan SID digelar sejak 22 – 25 September 2021, diikuti para kepala desa dari Desa Paradongka, Desa Tirawonua, Desa Tanggola, Desa Walandawe, Desa Puuwiwirano , Desa Lalomerui. Kemudian para sekretaris desa serta Kaur Keuangan desa atau operator desa seKecamatan Routa.
Camat Routa Halim, S.IP saat menutup pelatihan SID berharap, setelah mengikuti pelatihan, Kecamatan Routa dapat berubah sesuai visi misi Presiden RI tentang informasi dan teknologi .
Menurutnya SID merupakan sistim aplikasi berbasis komputer, sehingga dapat membantu mengelola informasi yang berkaitan dengan kantor desa, seperti administrasi kependudukan, pelaporan, perencanaan, pengelolaan aset, layanan publik, pengelolaan anggaran dan lain sebaginya.
Bahkan penggunaan SID yang berbasis aplikasi memberikan manfaat bagi desa, seperti kantor desa lebih efisien, efektif, lebih transparan, lebih akuntabel, layanan publik lebih baik dan warga mendapat akses informasi desa yang lebih baik.
“Saya berharap besar kepada seluruh peserta pelatihan sistim informasi desa agar mengimplementasikan di lapangan untuk membantu kepala desa dalam percepatan dan pembangunan desa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dengan pelatihan SID dapat menciptakan kader baru, khususnya di Kecamatan Routa yang memiliki potensi sumberdaya manusia yang memadai, untuk dapat mengakses dan melakukan pelaporan-pelaporan secara elektronik di tingkat desa, mengingat wilayah Routa cukup jauh dari ibu kota.
Sementara Kepala Dinas PMD Kabupaten Konawe Keny Yuga Permana mengatakan, para sekretaris desa dan operator desa dapat membantu kepala desa bagaimana dapat menyelesaikan database untuk program sistem informasi desa, agar outputnya jelas sehingga masyarakat dapat mengakses sistim informasi yang lebih baik.
“ Jika tidak diselesaikan databasenya maka masyarakat setempat tidak dapat berurusan dengan desa secara Online, karena di Kecamatan Routa ke depan jaringan internet dapat diakses dengan baik,” tutupnya.
Laporan : Andi Fale dan Helni Setyawan









